Pendidikan

120 Guru di Luwu Utara Ikut Latihan Pembelajaran TIK

Netsulsel.com,Luwu Utara- Sebanyak 120 guru dan tenaga pendidik mengikuti Pelatihan Pengembangan Materi Belajar Mengajar dan Metode Pembelajaran dengan Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)  tingkat PAUD,  SD,  dan SMP, Rabu (7/3), di Aula Hotel Remaja Indah Masamba. Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 7 – 9 Maret 2018. 120 peserta ini terdiri dari 40 guru PAUD, 40 guru SD dan 40 guru SMP.

Pelatihan ini dibuka Asisten III Bidang Administrasi Umum Muhammad Kasrum, yang hadir mewakili Bupati Luwu Utara. Dalam sambutannya, Kasrum memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan sebagai leading sector dari kegiatan ini yang selalu memberikan sentuhan inovasi dalam setiap program kerjanya. “Apresiasi kepada dinas terkait yang tanggap menyiapkan SDM berkualitas dalam menghadapi kemajuan zaman,” ujar Kasrum.

Kasrum mengatakan, salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang tenaga pendidik adalah kompetensi profesional, yaitu penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. “Ada beberapa indikator yang berhubungan dengan kompetensi profesional, salah satunya adalah memanfaatkan TIK dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di dalam kelas,” jelas Kasrum.

“Segala daya yang telah kita lakukan tidak akan berhasil tanpa didukung dengan kemauan dan niat baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kita. Untuk itu, pemerintah daerah sangat mengharapkan adanya komitmen untuk terus berubah dan menjadi motor dari perubahan itu sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Widyaiswara Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi

(LP3TK KPTK) Gowa, Muhammad  Asri, dalam sambutannya mengatakan, tugas Guru TIK sangat penting. Guru TIK, kata Asri, adalah penanggung jawab utama sistem sekolah yang ada dengan menggunakan IT.

“Penghargaan yang luar biasa kepada Luwu Utara karena menjadi salah satu daerah yang pro aktif meningkatkan kompetensi tenaga pendidiknya. 2018 ini, seluruh guru wajib mengikuti Diklat Kurikulum 2013 dan seluruh sekolah wajib menggunakan Kurikulum 2013. Dan semoga peserta yang hadir sudah mampu mengakses soal-soal dengan menggunakan perkembangan teknologi yang ada,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Muhammad Azis, dalam laporannya mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi para pendidik sesuai dengan kompentensi standar guru. “Saya berharap kepada kita semua agar mengikuti kegiatan ini dengan serius dan mampu mengimplementasikannya di sekolah masing-masing,” pungkas Azis.(**)

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top