News

300 KK Korban Banjir Dievakuasai di Mamuju

(Foto: Ist)

Netsuls.com,Mamuju – Sedikitnya 300 Kepala Keluarga (KK) dievakuasi akibat banjir yang melanda lima kelurahan di Mamuju, Provinsi Sulbar, Kamis 22 Maret 2018.

Akibat intensitas curah hujan yang tinggi terjadi sejak Rabu malam mengakibatkan sejumlah rumah hanyut terbawa banjir dan puluhan KK kehilangan tempat tinggal.

Saat ini hampir seluruh ruas jalan di Kota Mamuju lumpuh total akibat banjir yang menggenangi jalan.

Menurut pantauan, Kelurahan Simbuang menjadi wilayah dengan kerusakan terparah akibat banjir. Kedalaman banjir setinggi leher orang dewasa bahkan merusak sejumlah fasilitas umum dan masuk ke area SPBU Simbuang.

Menurut salah satu warga Simbuang, Rahman, banjir kali ini adalah banjir yang paling besar dan terparah sepanjang sejarah.

Ia juga menjelaskan kronologi detik-detik banjir bandang yang menerpa puluhan rumah warga di Kelurahan Simbuang.

“Kejadiannya sekitar pukul 06.00 pagi pada saat itu saya masih tidur tiba-tiba tempat tidur saya goyang. Saya bangun dan melihat sudah banjir, saya sempat menyelamatkan beberapa peralatan bengkel saya dengan mengikatkan selangnya ke tiang,”ungkap Rahman pemilik Bengkel yang ada di persimpangan Simbuang.

Rahman juga menceritakan, akibat genangan air yang semakin tinggi, ia memilih menyelematkan diri ke Gudang Bulog.

“Air sudah setinggi leher orang dewasa. Saat itu saya sudah di Gudang Bulog. Ada rumah yang terbawa arus air karena tidak mampu menahan derasnya air sungai bersama pohon yang hanyut,”jelasnya.

Saat ini ratusan personil TNI-POLRI bekerjasama dengan Basarnas dan Tagana serta dinas Kesehatan membantu dan mengevakuasi korban banjir.

Sementara Kapolres Mamuju AKBP Muh. Rivai Arvan, S.I.K,M.H mengatakan banjir terjadi karena hujan deras sejak Rabu malam, sementara air laut sementara pasang, dan jarak laut dari lokasi banjir hanya 500 meter.

” Para korban dievakuasi ke Makorem 142/Tatag dan Makodim 1418 Mamuju, rencananya di Makodim kita akan dirikan dapur umum buat para warga korban banjir. Adapun kerugian materil belum bisa diperediksi,”jelasnya. (**)

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top