Kriminal

Balas Dendam, Pelaku Nekat Culik Warga Negara Bulgaria di Bali

Pelaku Penculikan WN Bulgaria di Bali. Foto: Ist

Netsulsel.com – Ditreskrimum Polda Bali menangkap enam orang pelaku penculikan dan penyekapan terhadap WN Bulgaria atas nama George Jordanov. Enam orang yang ditangkap antara lain Yusuf Efraim (29), Tihomir Asenov Danailov (35), Kemal Kapuci (30), Yusten J Kapitan (29), Deti, Kahraman Midis.

Enam pelaku termasuk dari 16 orang yang sebelumnya telah diamankan pihak Polda Bali. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Sang Made Mahendra Jaya didampingi oleh Kaur Kemitraan Subbid Penmas Bid Humas Polda Bali Kompol Ismi Rahayu menyampaikan kronologi penangkapan para pelaku penculikan dan penyekapan yang dialami oleh George Jordanov.

Pada Senin (5/2) yang lalu, sekitar pukul 18.37 WITA, anggota Subdit I menerima perintah dari Dir Reskrimum untuk menindaklanjuti info dari Alexandria, Staf Kedubes Bulgaria yang memberikan informasi penculikan tersebut.

“Kami dapat informasi pada tanggal 5 Februari dari staf Kedubes Bulgaria lewat komunikasi whatssapp, bahwa salah seorang warganya, WN Bulgaria, diculik dan disekap,” kata Sang Made di Polda Bali, Denpasar, Bali, Rabu 7 Februari 2018.

“Dugaan saat itu diculik oleh WN Turki bersama orang lokal, dan pelaku meminta tebusan 20.000 USD. Itu informasi kami peroleh sekitar pukul 18.30 malam,” lanjut dia.

Dari informasi tersebut kemudian tim bergerak untuk menindaklanjuti tapi saat itu belum ada laporan resmi atas terjadinya penculikan. Dengan mengumpulkan informasi sekaligus dari video yang diterima oleh salah satu pelaku yang dikirim kepada teman korban.

Setelah profiling, kemudian tim mengamankan beberapa orang yang diidentifikasi ada di video tersebut.

“Kurang dari dua jam, kami amankan beberapa orang tersebut. Tim bergerak lagi sekitar jam 21.30 WITA,” ucap Sang Made Mahendra Jaya.

“Korban bisa diselamatkan berikut kami menangkap pelaku yang menjadi otak penculikan ini,” paparnya.

Enam orang pelaku diperiksa karena masuk dalam otak perencanaan yang dimotori oleh Yusuf Efraim Kiuk (YEK), warga Turki. YEK tercatat merupakan anggota salah satu ormas yang ada di Bali.

Sementara itu 10 lainnya diperiksa terkait berpose dalam video tersebut dengan pelaku setelah penculikan. Pemeriksaan terhadap 16 orang pelaku baru selesai 03.00 WITA.

Sebelumnya, korban George Jordanov diketahui telah diculik dan disekap selama tiga hari, sejak Sabtu (3/2). Lokasi penculikan sendiri saat korban jalan di kawasan Sunset Road, Kuta kemudian dibawa dengan ditutup mata dan disekap selama tiga hari di kawasan Nusa Dua Badung.

Pihak Polda juga telah melakukan visum terkait penganiayaan yang terjadi pada korban namun belum keluar hasilnya. Para pelaku ini sendiri dikenakan sangkaan dengan pasal 328 untuk penculikan dan pasal 333 untuk penyekapan.

Para pelaku sudah ditahan untuk penyidikan lebih lanjut. Kasus ini pun masih akan dikembangkan. Termasuk akan diperiksanya organisasi terkait.
“Kasus ini masih akan dikembangkan, jadi kita lihat nanti,” tambah Sang Made.

Motif Balas Dendam

Yanuar Nahak, selaku kuasa hukum pelaku menyampaikan bahwa memang motif utama kasus ini adalah balas dendam, bukan dari gerakan ormas. Karena sebelumnya salah satu pelaku ini pernah dianiaya, yakni pada 25 Oktober 2017 yang lalu di kawasan Sunset Road. Di mana kliennya juga pernah mengalami penganiayaan yang sama seperti yang dilakukan pada Joardanov.

“Untuk kasus ini murni pribadi memang balas dendam, bukan unsur lain. Karena klien saya pun pernah dianiaya pada Oktober lalu. Ini bukan ormas dan dilakukan secara spontan. Tidak ada juga hubungannya dengan video itu. Sementara ini kami lapor balik. Dan korban sekarang juga sedang ditahan,” ujar Yanuar.

Ia menyampaikan bahwa saat ini kliennya tengah melakukan laporan terkait kasus sebelumnya. Terkait motif tersebut dibenarkan oleh Sang Made Mahendra Jaya. Ia menyampaikan, memang setelah digali dalam proses penyidikan diketahui pelaku melakukan tindak penculikan dan penyekapan tersebut.

Karena sebelumnya satu di antara pelaku tersebut pernah dianiaya oleh teman dari korban. Motif balas dendam ini yang sangat disayakangkan olehnya karena dengan mengajak orang lokal yang kemudian menjadi otak penculikan kasus tersebut.

“Ternyata ada motif lain yakni balas dendam karena satu di antara pelaku ini ternyata pernah dianiaya oleh teman dari korban. Berdasarkan pengakuan korban yang jadi pelaku juga kejadiannya pun sama di Sunset Road, 25 Oktober dan oleh kelompok teman-temannya dan dianiaya, hanya saja laporannya tidak ada,” ujarnya.

Terhadap perbuatan Joardanov dan kawan-kawan yang diduga menganiaya rekan pelaku atas nama Kahraman Midis (WNA Turki) telah dibuat laporan polisi nomor LP/48/II/2018/SPKT hari ini (6/2) untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Kejahatan Terorganisir

Dir Reskrimum Polda Bali Sang Made Mahendra Jaya menyampaikan kasus ini termasuk kejahatan terorganisir.

Ia sendiri menyayangkan hal tersebut terjadi dan melibatkan tak hanya kelompok asing, begitu juga dengan kelompok lokal di Bali.

Ia menambahkan tak hanya penganiayaan, kejahatan terorganisir ini bukan hanya terkait penculikan dan penganiayaan. Termasuk narkotika, pencurian dan kasus-kasus kriminal lainnya.

“Bali inikan tempat pariwisata, banyak madunya. Ada yang punya niat baik ada yang tidak. Ada yang cari uang dengan kejahatan,” ucap Sang Made Mahendra Jaya.

“Kami prihatin sekarang orang asing sudah bekerja sama dengan orang lokal melakukan tindak kejahatan di Bali,” lanjut dia. (**)

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top