Internasional

Donald Trump Buka Puasa Bersama Komunitas Muslim di Gedung Putih

Netsulsel.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar buka puasa bersama dengan komunitas Muslim di Gedung Putih kemarin. Momen ini terbilang cukup mengejutkan. Pasalnya tahun lalu Trump tidak menggelar acara serupa di bulan suci Ramadan.

Dalam sambutannya, Trump memberikan penghormatan terhadap seluruh umat Muslim di AS maupun dunia.

“Dengan pertemuan bersama malam ini, kami ingin menunjukkan bahwa kami menghormati tradisi sakral dari salah satu agama terbesar di dunia,” katanya, dikutip dari Fox News, Kamis 7 Juli 2018.

Selain itu, Trump juga menyampaikan pesan persatuan agar semua negara bisa mencapai masa depan lebih baik.

“Iftar ini menandakan bahwa kami berkumpul di sini sebagai keluarga dan rekan-rekan untuk merayakan sebuah pesan perdamaian dan kasih sayang. Ini juga menunjukkan sebuah ikatan persahabatan dan kerja sama yang diperbarui,” paparnya.

“Hanya dengan bekerja sama, kita bisa mencapai masa depan yang aman dan makmur bagi kita semua,” lanjutnya.

Acara buka puasa bersama ini dihadiri anggota kabinet dan duta besar dari berbagai negara mayoritas Muslim. Termasuk Arab Saudi, Kuwait, Yordania, dan Uni Emirat Arab.

Pernyataan Trump ini berbanding terbalik dengan retorika ‘panas’nya terhadap Muslim yang disampaikan selama masa kampanye. Pada awal kepemimpinannya, Trump juga memberlakukan larangan bagi sejumlah negara mayoritas Muslim masuk ke negaranya. Hal itu dilakukan lantaran menurutnya umat Islam membenci komunitasnya.

Acara iftar bersama ini disambut baik oleh Sharif Aly. Aly merupakan CEO dari sebuah organisasi kemanusiaan dan advokasi ‘Islamic Relief USA’.

“Kami senang melihat Gedung Putih mengembalikan tradisi lama. Ini adalah acara yang memang harus diselenggarakan setiap tahun, sama halnya dengan Hari Paskah ataupun Hari Natal,” ujarnya.

Namun ada pula pihak yang memboikot acara ini. Mereka berasal dari kelompok hak-hak sipil Muslim. Kelompok tersebut mengorganisir aksi demonstrasi bertajuk ‘tidak ada iftar dengan Trump’ di sebuah taman di seberang Gedung Putih.

Menurut kelompok tersebut, retorika Trump selama kampanye telah berkontribusi meningkatkan perundungan dan diskriminasi terhadap umat Muslim di AS.

Sebagaimana diketahui, acara iftar bersama memang secara teratur digelar di Gedung Putih sejak pemerintahan Bill Clinton. Tradisi serupa dilanjutkan oleh penerusnya mantan Presiden George W. Bush.

Barack Obama juga melakukan tradisi sama selama masa pemerintahannya. Hanya saja tahun lalu saat Trump menjabat sebagai presiden, acara iftar bersama ditiadakan. [**]

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top