Pilgub Sulsel

Jadi Kecamatan Termiskin, Rajab: NH Mau Bastem Bangkit

Netsulsel.com – Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), berjanji membuka akses antara Bassesangtempe atau Bastem, Kabupaten Luwu dengan Toraja. Alasannya, infrastruktur jalan penghubung antar-daerah tersebut sangat memprihatinkan.

Kondisi itu berimbas pada kesejahteraan dan perekonomian masyarakat setempat yang jelas tertinggal dibandingkan kecamatan lain di Luwu. Data Bidang Kelembagaan dan Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial Luwu menyebut Bastem menjadi kecamatan termiskin diantara 21 kecamatan lainnya.

Angka kemiskinan di Luwu mencapai 279.795 jiwa per September 2016. Di Kecamatan Bastem terdata sebagai kecamatan yang paling banyak miliki masyarakat yang tergolong sebagai fakir miskin, mencapai 24.998 jiwa.

Legislator DPRD Sulsel, M Rajab menyebut pembenahan infrastruktur menjadi solusi untuk membangkitkan Bastem dari keterpurukan. Olehnya itu, kata dia, niat NH untuk membenahi jalur Bastem-Toraja merupakan hal yang patut diapresiasi dan harus mendapat dukungan.

“Niatnya itu membuktikan kalau Pak NH mau Bastem bangkit,” ucap Rajab.

Ia menjelaskan, jalur Bastem-Toraja secara tidak langsung akan meningkatkan jalur perekonomian di wilayah tersebut. Selama ini, kata dia, akses jalan yang terbilang buruk di Bastem menjadi masalah utama buruknya perkembangan perekonomian.

“Toraja saat ini terus berkembang. Nah melalui niat pak NH itu, Bastem secara tidak langsung dapat mengakselerasi pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan potensi wisata yang dimiliki Toraja,” jelas Rajab.

NH bersama Aziz Qahhar Mudzakkar diketahui telah merancang program pembangunan infrastruktur berbasis pemerataan. Sederet pembangunan infrastruktur besar telah disiapkan.

Selain jalur Bastem-Toraja, NH-Aziz juga mencanangkan program membangun jalan baru dari Kota Makassar-Kabupaten Bone dan Kota Makassar-Kabupaten Bulukumba. Megaproyek itu ditaksir memakan anggaran besar mencapai Rp7,5 triliun.

NH menegaskan anggaran jumbo untuk proyek infrastruktur tidak akan membebani APBD. Untuk itulah Sulsel membutuhkan sosok gubernur yang memiliki jaringan luas dan kuat. Dengan demikian, pendanaan untuk pembangunan tidak bertumpu pada APBD yang memang sangat terbatas. NH-Aziz sendiri akan mengoptimalkan serapan APBN dan memikat investor. (**)

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top