Internasional

Lee Yun-Hyang Perempuan yang Jadi Penerjemah Kim untuk Trump

Kim dan Trum melakukan pertemuan tertutup. (Foto:Reuters/Jonathan Ernst)

Netsulsel.com – Banyak hal menarik dari pertemuan bersejarah Donald Trump dan Kim Jong-un di Hotel Capella, Singapura. Di antaranya kehadiran satu-satunya perempuan di tengah kedua tokoh tersebut.

Ialah Lee Yun-hyang, perempuan 61 tahun yang bertugas menjadi penerjemah pernyataan Kim untuk Trump. Ia memegang peran kunci dalam perundingan Kim dan Trump siang tadi.

Namun itu bukan kali pertama Lee berhadapan dengan tokoh kenegaraan. Sebelumnya ia pernah bekerja untuk George W. Bush dan Barack Obama.

Kepala Divisi Juru Bahasa di Kementerian Luar Negeri AS itu merupakan lulusan jurusan musik di Universitas Yonsei, Seoul. Ia juga pernah menempuh pendidikan sekolah menengah di Iran selama tiga tahun.

Lee lalu meraih gelar master dari Universitas Hankuk jurusan terjemahan dan interpretasi. Setelah lulus, ia mengajar di Institut Hubungan Internasional Monterey, California, dengan jurusan yang sama.

Pada 2004, Lee kembali mengajar dan menjabat sebagai Kepala Pusat Terjemahan dan Interpretasi di sekolah pascasarjana Ewha. Di tahun yang sama ia meraih gelar doktor di bidang terjemahan dari Universitas Jenewa, Swiss.

Perempuan yang sempat menjadi reporter di media berbahasa Inggris, Yonsei Annals itu, mulai bekerja sebagai penerjemah diplomatis senior pada 2008.

Selain soal kemampuannya di bidang bahasa yang tak perlu lagi diragukan, Lee juga  terkenal lantang menyuarakan feminisme sejak lama. Ia kerap menjawab orang-orang yang mempertanyakan pilihannya untuk tetap bekerja meski memiliki dua anak dan bagaimana perempuan sulit dapat pekerjaan hanya karena gendernya.

Lee sendiri memutuskan untuk membesarkan anaknya di AS setelah mengalami diskriminasi terhadap perempuan di Korea.

“Saya tidak bisa membesarkan anak perempuan saya di negara yang sangat mendiskriminasi perempuan,” kata Lee, dikutip The Korea Herald, Selasa 12 Juni 2018.

Lee pun berkeinginan untuk menulis buku tentang pengalamannya menjadi penerjemah dan perjalanannya bertemu banyak kebudayaan berbeda.(**)

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top