Internasional

Makna Jabat Tangan Kim dan Trump Selama 13 Detik

Netsulsel.com – Jabat tangan selama 13 detik yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menjadi pusat perhatian dunia. Gestur yang pertama kali mereka tampilkan pada Selasa 12 Juni 2018 pagi itu dimaknai beragam.

Ahli bahasa tubuh asal Australia Allan Pease menyebutkan, yang dilakukan Trump dan Kim bukan sekadar bersalaman. Ada gestur politis yang diperlihatkan keduanya.

“Masing-masing dari mereka tidak membiarkan mendapatkan cengkeraman dominan,” kata Pease seperti dilansir Reuters.

Gerakan Kim dan Trump menuju ruang pertemuan, dianggap Pease, juga sarat makna. Menurutnya, Trump sempat coba meredakan ketegangan dengan mengajak Kim mengobrol.

Namun, politisi Partai Republik itu tetap berusaha terlihat dominan dengan membiarkan Kim berjalan di depannya. Selain itu, Trump juga tampak mengarahkan Kim ke lokasi dialog.

“Bahasa tubuhnya dengan jelas menyatakan ‘saya yang pegang kendali di sini’,” sebut Pease.

Sedangkan mantan analis CIA Sue Mi Terry menilai Kim tidak sepenuhnya tenggelam dalam dominasi persona Trump. Kim dianggap juga telah mempersiapkan diri jelang pertemuan dengan Trump.

“Kim Jong-un telah mempersiapkan diri. Dia tahu apa yang dia inginkan yaitu penerimaan internasional bahwa Korea Utara adalah negara dengan kekuatan nuklir,” kata Terry.

“Dia kira dia masuk dalam pertemuan dengan posisi yang kuat karena telah mencapai kapabilitas tertentu dalam program rudal nuklirnya. Dan dia kira akan melihat apa yang didapat dari Amerika Serikat,” lanjut Terry lagi seperti diberitakan Associated Press.

Meski banyak diapresiasi, langkah Trump bertemu dengan Kim juga menuai kritik. Trump dinilai telah melegitimasi posisi Kim dalam politik internasional, terlepas masifnya pelanggaran HAM yang diduga terjadi di Korea Utara.

Pelanggaran HAM oleh Korea Utara yang masih diingat publik adalah pembunuhan saudara kandung Kim Jong-un, Kim Jong-nam, yang diracun di Malaysia. Polis Diraja Malaysia menduga pembunuhan itu melibatkan intelijen Korea Utara.

Terlepas dari segala macam interpretasi soal pertemuan Trump dan Kim, Korea Selatan merasa lega dua kepala negara itu bertemu. Presiden Korea Selatan  Moon Jae-in tampak tersenyum lebar saat menonton pertemuan itu bersama anggota parlemen negaranya.

Momen jabat tangan Trump dan Kim, disebut Moon, sudah lama mereka tunggu. “Saya sendiri sampai sulit tidur tadi malam,” kata Moon.

Kepala staf Moon Jae-in, Im Jong-seok, bahkan menyamakan momen tatap muka Trump dan Kim serupa ketika dirinya melahirkan.

“Saya teringat dengan momen ketika didorong ke ruangan bersalin saat melahirkan anak perempuan saya. Saya tidak peduli yang lahir laki-laki atau perempuan, asalkan dia lahir sehat dan menangis kencang,” tulis Im di laman Facebooknya.(**)

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top