News

Muslimah Bercadar Rela Lapar demi 11 Anjingnya

Foto-foto (kumparan.com)

Netsulsel.com – Kisah Hesti Sutrisno (38) dan belasan anjingnya ternyata menyimpan cerita haru tersendiri. Baik, Hesti, keluarga, maupun anjing-anjingnya pernah mengalami kekurangan makan sehingga harus menahan perihnya rasa lapar.

Hesti bukanlah berasal dari keluarga berada. Semenjak SMP, ia berjualan gorengan di jalanan ibu kota demi mendapatkan uang jajan.

Pun ketika sudah menikah, ia masih tetap berjualan, tapi secara online. Awalnya Hesti menjual pakaian.

Perjalanan hidup kemudian membawa Hesti menemukan belasan anjing. Di antara anjing-anjing tersebut, ada yang tak bertuan, kelaparan, dan bahkan dalam keadaan luka-luka. Hati Hesti tergerak untuk membawa anjing-anjing tersebut ke rumahnya. Ia bertekad untuk merawat para binatang malang itu.

Sayangnya, pada awal Hesti menghidupi belasan anjing itu, ia mengaku merasakan ujian yang begitu luar biasa.

“Waktu Goovi sama John, itu luar biasa ujiannya. Ya alhamdulillah, mereka baik-baik saja. Dari pengalaman waktu-waktu itu, Allah jamin semua makhluknya. Tinggal saya ikhlas enggak tempat saya ditumpangin mereka,” cerita Hesti dilansir kumparan.com, Sabtu (24/3).

Di antara ujian yang pernah dialami Hesti, salah satu yang terus ia kenang adalah saat-saat kekurangan makanan. Pada suatu masa, ia dan keluarganya tak mempunyai rupiah yang cukup untuk membeli makanan anjing.

“Ya kalau mengenang ke belakang lagi menyedihkan. Ya mungkin inilah yang Allah rencanain. Kadang saya ngomong sama Goovi sama John, ini perjuangan kita ya Goovi ya. Kadang ya sedih inget dia, pas waktu kecil enggak saya kasih makan. Kan memang enggak ada uang, enggak ada makanan. Jangankan anjing, saya dan anak saya aja enggak makan gitu,” kenang ibu dua anak itu.

Mendapati kondisi keluarga dan peliharaannya kekuarangan, Hesti memutuskan untuk berjualan ke sana ke mari

“Satu hari, dua hari enggak makan kita. Saya minta di sosmed enggak mungkin. Saya enggak bisa gitu orangnya. Paling datangin satu teman nawarin dagangan, beli dong dagangan saya, kita kehabisan makanan nih,”

Dari upayanya itu, teman Hesti ada yang berkenan membeli dagangannya, tapi kadang juga ada yang menolak. Meski begitu, satu hal yang Hesti percaya, masalah makan anjingnya semua karena kehendak Ilahi.

“Biar masalah makan, itu Allah,” kata Hesti.

Di tengah kesulitan yang menerpa, Hesti kadang kala mencurahkan isi hatinya kepada binatang-binatang peliharaannya. Hesti menyebut, peliharaannya itu memahami apa yang ia sampaikan.

“Saya cerita sama hewan, dia tahu banget sama saya. Goovi tahu benar juga. Kucing-kucing juga tahu benar sama saya. Biar mereka jadi saksi bagaimana mereka saya rawat,” tutur Hesti.

Ungkapan “badai pasti berlalu” itu tampak ada benarnya. Hesti mengaku pertolongan Tuhan kemudian datang untuk membantunya keluar dari masalah yang ia alami.

Seorang yang tak ia kenal, kemudian datang menyapanya di media sosial. Orang tersebut kemudian menawarkan bantuan kepada Hesti.

“Dia yang selama ini support saya, kasih saya dagangan baju, kasih saya kandang, sterilin John dan Goovi,” terang dia.

Lambat laun, berkat usaha keras Hesti, keluarga dan peliharaannya itu tak lagi kelaparan. Baik, anjing dan kucing Hesti sekarang memiliki stok makanan yang cukup.

Kini, Hesti memiliki usaha keripik singkong di Bogor. Usaha itu ia kelola dengan memberdayakan orang-orang yang tak mampu.

“Keripik ini Allah kirim ke saya. Seorang perempuan kasih modal buat jualan beli keripik via sosmed. Rencananya bulan depan ketemu.(**)

 

 

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top