News

Musrenbang Anak di Tanalili Minta Drumband ke Sekda Sampai Ingin Jadi Artis dan Presiden

Netsulsel.com, Luwu Utara – Musrenbang Anak di Kecamatan Tanalili, Senin (5/2) kemarin, menyisakan cerita unik dan menarik dari peserta musrenbang anak. Dari sekian banyak permintaan, keinginan dan harapan mereka, ada beberapa keinginan yang mengundang senyum, bahkan tawa. Salah satunya adalah peserta dari SMAN 12 Luwu Utara. Isinya seperti ini: “Pak Sekda, saya membutuhkan sarana berupa drumband,” Alasannya adalah ingin menyalurkan bakat.

Lain lagi temannya dari SMKN 4 Luwu Utara. Katanya ingin menjadi Artis terkenal biar bisa menjadi idola masyarakat. Saat ditanya ingin jadi artis apa, dia lugas menjawab, ingin jadi penyanyi sebab sejak kecil hobi menyanyi. Ada juga peserta yang cita-citanya ingin menjadi Bupati. Alasannya karena ingin menjadikan Luwu Utara sebagai daerah yang nyaman, sejahtera dan menjadi contoh bagi daerah lain.

Bahkan peserta dari SMPN 1 Tanalili bercita-cita ingin menjadi Presiden. Alasan utamanya saat ditanya kenapa ingin jadi presiden, karena ingin menjadikan negara Indonesia sebagai contoh tauladan bagi negara lain dan masyarakat hidup nyaman tanpa narkoba. “Kepolosan mereka memberi kita gambaran bahwa keinginan dan cita-cita mereka adalah sebuah realitas bahwa anak-anak kita punya semangat untuk menjadi manusia yang berguna buat daerah dan negaranya,” ujar Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), dr. Hj. Nurhusnah.

Meski demikian, ada pula peserta yang kritis memberikan saran, misalnya banyaknya permintaan agar pemerintah menyediakan sarana mobil angkutan khusus anak sekolah, supaya tidak ada lagi siswa yang telat masuk kelas. Ada pula permintaan agar sekolah mereka dilengkapi fasilitas jaringan internet nir kabel (wifi) agar memudahkan mereka mencari informasi dan pengetahuan yang baru. “Saya sedih sekolah saya tidak dilengkapi internet,” ujar seorang peserta dari SMAN 12 Luwu Utara.

Bahkan tidak sedikit peserta yang memperjuangan nasib guru honor di sekolahnya. Mereka menginginkan guru honor tersebut diangkat juga menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) mengingat keterbatasan guru ASN di sekolahnya. “Kami mohon agar pemerintah memerhatikan guru honor yang ada di sekolah kami agar bisa PNS karena guru PNS di sekolah kami masih kurang,” katanya. “Usulan dari anak-anak kita ini akan menjadi masukan yang baik, dan akan kita bawa pada saat Musrenbang Anak Kabupaten pada 15 Februari mendatang. Usulan mereka akan kita sampaikan pada SKPD masing-masing,” ujar Fasilitator Musrenbang Anak, Hariana.

Camat Tanalili, Milson Palimbunga, pun senada dengan apa yang disampaikan para peserta, bahwa seyogyanya, sekolah yang ada dilengkapi sarana dan prasarana seperti komputer, wifi, dan sarana peningkatan sumberdaya manusia. “Kebutuhan sarana dan prasarana, peningkatan SDM, komputer dan wifi, seharusnya menjadi perhatian dari stakeholder terkait, khususnya pengadaan wifi di sekolah, sehingga anak-anak mudah mengakses informasi yang baik, tanpa melupakan pengawasan yang ketat dari guru agar tidak melencenga dari manfaat penggunaan informasi dan teknologi,” harap Milson.

 

Penulis : Lukman Hamarong

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top