Pilkada Enrekang

Panwaslu Bakal Panggil Bupati Enrekang Muslimin Bando, Ada Apa?

Muslimin Bando, Bupati Enrekang. (Foto:ist)

Netsulsel.com, Enrekang – Kicauan yang dilontarkan oleh Bupati Enrekang, Muslimin Bando (MB) yang menyebutkan pemilih kotak kosong tidak ber-Pancasila telah dilaporkan oleh Partai Bulan Bintang (PBB) Enrekang pada Jum’at lalu.

Kicauan tersebut dikeluarkan Muslimin yang juga selaku kandidat incumbent di hadapan ratusan pejabat lingkup Pemkab Enrekang, saat berlangsung pembukaan Rapat Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Triwulan IV Tahun Anggaran 2017 di Ruang Pola Kantor Bupati, Senin pekan lalu 22 Januari 2018.

Atas kicauan yang dilakukan oleh orang nomor satu di bumi Massenrengpulu itu, membuat Pengawas Pemilihan (Panwaslu) Kabupaten Enrekang akan melakukan pemanggilan kepada MB. Namun sebelumnya melakukan pemanggilan kepada ketua DPD II Golkar Enrekang mereka akan melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi terlebih dahulu.

“Inikan pelapor kemarin tidak membawa saksi, jadi kita minta dulu saksi-saksi jika sudah ada saksi dari pelapor baru kita melakukan klarifikasi kepada terlapor (Muslimin Bando),” kata Ketua Panwaslu Enrekang, Suardi saat di konfirmasi awak media, Minggu 28 Januari 2018.

Dirinya melanjutakan setelah ada saksi yang diperiksa, pihaknya melakukan pemanggilan kepada Muslimin Bando untuk dimintai klarifikasi, apakah memang benar kicauan tersebut dilontarkan kepada para ASN.

“Kalau sudah terpenuhi baru kita lanjutkan. Jika memang salah satunya tidak terpenuhi kami akan tetap melakukan penelusuran. Kalau sudah klarifikasi selesai baru kita kaji, apakah masuk dalam pelanggaran atau tidak, “jelasnya.

Sementara itu, ketua DPC PBB Enrekang, Damansyah mengatakan jika saat ini masih menunggu hasil laporan yang dilakukab beberapa hari ini. “Pak sekretaris (Sampe Udin Padanrangi)kemarin sudah dipanggil melakukan klarifikasi karena kita sudah menyerahkan sepenuhnya bukti-bukti dan kita menungggu apa keputusannya Panwaslu, “katanya.

Disinggung mengenai pelaporan dalam hal ini PBB Enrekang harus menghadirkan saksi. Damansyah hanya menagatakan untuk saksi sebenarnya itu rana Panwaslu. “Saya kira itu rana Panawaslu. Karena kita sudah memasukan bukti-bukti yang kita miliki, dan saya kira bukti-bukti yang kita serahkan sudah jelas, “ungkapnya. (**)

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top