Pilkada Palopo

Panwaslu Tetapkan Ome Tersangka Ujaran Kebencian

Netsulsel.com, Palopo – Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) yang diketuai Syarifuddin Djalal akhirnya menetapkan DR. Akhmad Syarifuddin Daud, calon walikota nomor urut 2 sebagai tersangka kasus ujaran kebencian (hate speech).

Hal ini disampaikan sendiri oleh Syarifuddin, Rabu 14 Maret 2018 di kantor Panwaslu Kota Palopo, Jalan Anggrek kelurahan Tompotikka Kec. Wara.

“Penetapan tersangka ini dilakukan pada sidang ketiga tanggal 9 Maret, namun baru sekarang diumumkan terbuka ke publik dengan pertimbangan teknis dan efektifitas proses penyidikan,” ucap Syarifuddin.

Pihak Gakumdu, kata dia, memiliki tiga alat bukti yang cukup untuk menjerat Ome, sapaan akrab calon walikota itu. Selain itu, Gakumdu juga mempunyai tiga saksi ahli sebelum penetapan tersangka ini.

“Kami menghadirkan tiga saksi ahli yakni ahli bahasa, ahli hukum forensik dan ahli pidana yang namanya dirahasiakan, yang jelas dari Universitas ternama di Indonesia Timur,” imbuhnya.

Ome diduga melanggar Pasal 187 KUHP junto Pasal 69 UU nomor 10 tahun 2016 tentang Penghinaan, penghasutan dan adu domba atau yang lebih populer dengan istilah “Black Campaign”.

“Yang bersangkutan kami panggil hari ini untuk menjalani pemeriksaan pertama selaku tersangka,” jelas Ketua Panwaslu Palopo itu.

Hanya saja, Ome tidak hadir tanpa ada penjelasan dari yang bersangkutan, tambahnya.

Ujaran kebencian ini sendiri dilakukan di Jalan Cakalang, Kota Palopo saat melakukan kampanye dialogis beberapa waktu lalu dan videonya menjadi viral di media sosial.(**)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top