Pilgub Sulsel

Rekam Jejak Legislator PAN yang ‘Kerjai’ Ustaz Aziz Banyak di Google

Netsulsel.com, Makassar – Foto Bakal Calon Wakil Gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar, mendadak viral di media sosial. Tampak Ustaz Aziz menelepon menggunakan handphone (HP) bergambar rivalnya yakni pasangan IYL-Cakka. Di balik peristiwa tersebut, anggota DPRD Sulsel dari Fraksi PAN disinyalir menjadi aktor utama yang ‘menjebak’ pasangan Nurdin Halid (NH) itu.

Dugaan konspirasi muncul setelah terungkap pemilik HP yang dipakai Ustaz Aziz merupakan milik Syamsuddin Karlos. Legislator PAN Sulsel itu sejak dulu dikenal sebagai loyalis IYL. Syamsuddin bahkan berani membangkang keputusan DPP yang telah memutuskan mengusung Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman (NA-SS) pada Pilgub Sulsel 2018.

Totalitas Syamsuddin Karlos mendukung IYL-Cakka bukan hanya ditunjukkan dengan memasang atribut pada HP. Dalam berbagai kesempatan, ia tertangkap kamera melakukan Salam Punggawa. Teranyar, salam simbol dukungan terhadap Punggawa-Macakka diperagakannya saat deklarasi petahana pada Pilwalkot Makassar di Anjungan Pantai Losari.

Bila ditelisik pada mesin pencari Google, nama Syamsuddin Karlos terbilang cukup populer dan mudah ditemukan. Tidak melulu karena prestasi memperjuangkan aspirasi rakyat. Malah, nama Syamsuddin Karlos ternyata memiliki sederet permasalahan hukum. Mulai dari terlibat adu jotos alias perkelahian hingga disebut-sebut dalam kasus dugaan korupsi.

Syamsuddin Karlos memang sempat tenar setelah adu jotos dengan anggota DPR RI Fraksi Hanura, Mukhtar Tompo. Dia bahkan sampai dipolisikan dengan tuduhan menampar dan menyundut bara rokok ke Mukhtar Tompo di pemakaman mantan Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Guntur di Jeneponto, pada April 2017.

Bukan hanya kasus penganiayaan, Syamsuddin Karlos diberitakan pernah dibidik oleh Kejaksaan Tinggi Sulselbar dalam kasus dugaan korupsi dana aspirasi Jeneponto pada 2013. Syamsuddin Karlos sendiri hingga kini masih berstatus saksi. Politikus PAN itu beberapakali telah mendapatkan panggilan untuk diperiksa sebagai saksi di kejaksaan maupun pengadilan.

 

Maafkan Karlos, Ust Aziz Minta Jangan Ulang pada Orang Lain

Salah satu bakal calon Wakil Gubernur Sulsel, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar kembali diserang kampanye hitam saat menghadiri Milad ke-108 Muhammadiyah di Kabupaten Jeneponto, Sabtu (25/11).

Kampanye hitam dilakukan melalui postingan foto yang tersebar viral di medsos. Dalam foto tersebut, tampak legislator DPD tiga periode ini menelepon dengan ponsel berstiker pasangan IYL-Cakka bertuliskan “Bersama Itu Kita”.

Setelah dikonfirmasi, Aziz Qahhar memang sedang menerima panggilan telepon dari ponsel milik politisi PAN Sulsel, Syamsuddin Karlos. Saat itulah, pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah ini dijepret oleh tamu undangan Milad Muhammadiyah lainnnya.

“Kita kan memang harus selalu menyambung tali silaturahmi, saat itu memang saya sedang menerima telepon tanpa memedulikan ada stiker HP-nya,” ujarnya.

Mengetahui dirinya “dikerjai”, Aziz Qahhar pun mengaku bersikap ikhlas terhadap kampanye hitam yang menyerangnya tersebut.
“Saya selalu maafkan. Ini bagian dari dinamika, saya ikhlaskan karena niat awal memang hanya ingin mengabdi untuk Sulsel,” ujarnya.

Ia pun mengimbau agar ke depannya sikap tidak dewasa dalam dunia perpolitikan tersebut tidak terulang kembali.
“Ini yang selalu harus ditekankan, kita mesti kedepankan politik santun tanpa saling menjatuhkan. Sudah bukan waktunya untuk bermain curang,” pesannya.

Aziz Qahhar memang kerap menjadi objek kampanye hitam, terutama menyangkut isu sentimen agama. Sebelumnya, ia dikabarkan akan melakukan pemaksaan memeluk agama Islam. Namun, hal tersebut selalu ditegaskan Aziz Qahhar sebagai isu bohong.

“Tiga periode di DPD, saya turut merumuskan penguatan empat pilar bangsa. Ada UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Toleransi antar umat beragama harus dijamin,” tegasnya. (**)

 

Rilis

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top