Ekobis

Subsidi Solar Naik Jadi Rp 1.000/ Liter Pertamina: Enggak Seberapa

Ilustrasi

Netsulsel.com, Jakarta – Pemerintah berencana menambah subsidi BBM jenis Solar, yang saat ini sebesar Rp 500 per liter menjadi Rp 1.000 per liter. Adapun penambahan subsidi itu karena harga minyak mentah dunia terus meningkat.

Namun demikian, Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) M Iskandar mengatakan, kenaikan subsidi Solar menjadi Rp 1.000 per liter itu masih belum mencukupi untuk menutup kekurangan yang saat ini ditanggung oleh pihaknya.

“Ya iya (subsidi itu mengurangi beban Pertamina), tapi kan enggak seberapa,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/3).

Jika mengacu formula harga jual eceran sesuai Kepmen  ESDM nomor 2856 K/l2/MEM/2015, berdasarkan perhitungan Pertamina, semestinya harga Solar sebesar Rp 8.350. Namun saat ini harga Solar yang ditetapkan pemerintah Rp 5.150.

“Itu sudah dikurangi dengan subsidi dari pemerintah Rp 500 per liter. Rumus perhitungannya 102,38% HIP Minyak Solar+Rp 900 per liter,” katanya.

Dia menegaskan ketika harga minyak mentah dunia terus melambung, sementara harga jual eceran yang ditetapkan pemerintah tak naik, maka ketika Pertamina melakukan efisiensi usaha seperti apapun, hasilnya tetap akan merugi.

“Ya itu (harga Solar yang ditetapkan pemerintah) kan di bawah harga crude oil, seefisien apapun ya akan minum. Tapi secara total (dari berbagai macam usaha) kita tetap untung, cuma (laba bersih) kita tergerus jauh,” jelas Iskandar.(**)

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top