News

Terus Berlanjut, Susi Pudjiastuti dan Fadli Zon Saling Sindir di Twitter

Netsulsel.com – Fadli Zon, Wakil Ketua DPR yang juga politikus partai Gerindra ini memang dikenal sering mengkritik pemerintahan saat ini. Fadli kerap melontarkan kritikan terkait kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilainya belum cukup memuaskan.

Kali ini yang menjadi sasaran tembak alumnus Universitas Indonesia itu adalah kebijakan pemerintah soal penenggelaman kapal asing. Melalui Twitternya @Fadlizon pada Rabu (7/2), Fadli mempertanyakan jumlah kapal nelayan asing yang ditenggelamkan dan klaim populasi ikan yang meningkat sebagai tolok ukur keberhasilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tidak menunggu lama, sindiran Fadli ini langsung direspons oleh Menteri KKP Susi Pudjiastuti. Susi membalas cuitan Fadli Zon dengan sindiran yang sama, yakni ukuran keberhasilan.

“Ukuran keberhasilan yang telah Anda lakukan apa Pak Fadli yang terhormat??? Mohon pencerahan,” balas Susi.

Belum selesai, Fadli Zon kembali membalas jawaban Susi tersebut. Fadli mempersilakan Susi untuk datang ke acara diskusi dan peluncuran buku, bertajuk “Berpihak pada Rakyat. Catatan Kinerja 1 Oktober 2014-30 September 2017” di DPR, pada Kamis (8/2).

“Bu @susipudjiastuti sila datang dan kritik saya. Acaranya besok di Press Room DPR pukul 13.00 WIB,” cuit Fadli.

Buku tersebut merupakan buah tulisan Fadli yang berisi catatan kinerja selama menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI selama tiga tahun.

“Saya tuangkan dalam 3 buku “Berpihak Pada Rakyat” apa yang saya lakukan (bukan klaim keberhasilan) kurun 2014-2015, 2015-2016, 2016-2017 sebagai @DPR_RI,” jelas Fadli.

Tentu saja perdebatan keduanya langsung menjadi perbincangan hangat di Twitter. Linimasa Twitter dipenuhi oleh komentar-komentar netizen terhadap saling sindir yang dilakukan oleh kedua pejabat negara tersebut.

Persoalan ternyata masih berlanjut. Menanggapi sindiran Susi di Twitter, Fadli menyebut bahwa Susi sebagai pribadi yang kerap terbawa perasaan alias baper. Pernyataan ini ia lontarkan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/2).

Fadli masih yakin bahwa penenggelaman kapal tidak bisa dijadikan acuan keberhasilan. Ia juga menuding bahwa kehidupan di bawah kepemimpinan pemerintah yang sekarang makin susah.

Lantas apa jawaban Susi kali ini? Menteri yang dikenal dengan penampilannya yang nyentrik itu justru bertanya apakah yang dimaksud dengan baper itu sendiri.

“Baper? Apa itu? Mohon pencerahan,” ujar Susi dalam akun twitter @susipudjiastuti, Kamis (8/2).

Uniknya, salah seorang netizen malah menjawab bahwa Baper adalah kependekan dari bawa perubahan, bukan bawa perasaan seperti yang dimaksud Fadli.
Baik Fadli ataupun Susi, keduanya sama-sama terkenal aktif di media sosial utamanya Twitter. Fadli kerap melontarkan kritkan-kritikan pedas melalui akun pribadinya tersebut. Bukan hanya soal KKP, politikus Gerindra tersebut tercatat beberapa kali pernah membuat pernyataan yang membuat ramai netizen.

Seperti menulis sajak peluit kartu kuning. Tulisan ini merupakan sindiran Fadli kepada pemerintahan Joko Widodo sekaligus komentarnya soal aksi kartu kuning Ketua BEM UI Zaadit Taqwa.

Lalu ada pula sindiran yang ia tujukan untuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ia bahkan juga menyindir gelaran pernikahan putri Jokowi, Kahiyang Ayu.

Namun yang paling menarik adalah, polling pemilihan presiden yang ia lakukan di Twitter. Hasil menunjukkan, 55 persen suara memilih Joko Widodo ketimbang Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.

Seperti Fadli, Susi juga kerap mengomentari pemberitaan mengenai dirinya di Twitter. Ia pun tak jarang menuangkan kritiknya lewat situs mikro blogging tersebut.

Seperti saat Susi mengomentari pernyataan Gubernur Maluku, Said Assegaf. Susi kesal lantaran pernyataan Gubernur Maluku dalam salah satu media online nasional edisi Kamis (1/2/2018) menyebutkan, penyebab utama angka kemiskinan di Maluku karena kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Lalu Susi juga pernah bersilang pendapat dengan mantan Staf Kepresidenan SBY, Andi Arief, terkait kebijakannya sebagai Menteri KKP. Selain Fadli Zon dan Andi Arief, Susi juga pernah merespons pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno soal isu garam langka.

“Pak Sandi harusnya tanya kawan-kawannya pengusaha importir garam yang sudah puluhan tahun berdagang garam. Kenapa bisa begitu ?” tanya Susi di akun Twitternya.

Pertanyaan itu langsung direspons oleh Sandi. Sandi menyebut Susi sebagai sosok yang cerdas dan menginspirasi.
“Thanks bu @susipudjiastuti for the enlightenment, you are so smart and inspiring,” tulis Sandiaga di akun @SandiUno.(**)

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top