Nasional

Tetap Tutup Jalan Jati Baru Raya, Dishub Tolak Rekomendasi Dirlantas

Wakadishub DKI Sigit Wijatmoko di Balai Kota

Netsulsel.com, Jakarta – Dirlantas Polda Metro Jaya mengeluarkan 6 rekomendasi kepada Pemprov DKI terkait penataan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Salah satunya adalah meminta Pemprov DKI mengembalikan fungsi Jalan Jati Baru Raya yang sempat ditutup sebab digunakan untuk para PKL.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, pihaknya mengapresiasi masukan tersebut. Namun ia menegaskan, Dishub DKI tidak bisa memenuhi rekomendasi Dirlantas terkait pembukaan kembali Jalan Jati Baru.

“Untuk saat ini, (terkait) kebijakan pembukaan kembali atau option tersebut, kita belum bisa akomodir dan ini sudah kita sampaikan juga ke Dirlantas,” ujar Sigit di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu 14 Februari 2018.

Sigit menjelaskan, penutupan Jalan Jati Baru tetap harus dilakukan oleh Pemprov DKI untuk kepentingan penataan kawasan Tanah Abang dalam jangka waktu panjang.

“Yang sekarang dilakukan di kawasan Tanah Abang adalah satu bentuk rekayasa yang harus diambil Pemprov sebagai langkah awal untuk bagaimana membangun kawasan Tanah Abang secara keutuhan,” papar Sigit.

Berikut selengkapnya 6 rekomendasi Dirlantas Polda Metro Jaya kepada Pemprov DKI, berdasarkan hasil evaluasi dan pengamatan satu bulan di Jalan Jati Baru,
Tanah Abang :
1. Dalam membuat suatu kebijakan yang akan berdampak kepada masalah keamanan, keselamatan, dan kelancaran agar Polri dilibatkan dari awal perencanaan.

2. Penggunaan jalan untuk penyelenggaraan di luar fungsi jalan harus dikoordinasikan guna mendapatkan izin dari Polri.

3. Penempatan PKL pada lokasi yang layak dan tidak melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

4. Melakukan evaluasi dan pengkajian yang lebih komprehensif baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun hukum, sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru.

5. Meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum yang dapat diakses menuju tempat perbelanjaan

6. Mengembalikan dan mengoptimalkan ke mana fungsi jalan untuk mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu-lintas guna peningkatan kinerja lalu-lintas dan peningkatan pelayanan angkutan umum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. (**)

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top