Nasional

Transparency International Indonesia Sebut, Jakarta Peringkat Pertama Bersih dari Korupsi

ilustrasi

Netsulsel.com Jakarta – Transparency International Indonesia (TII) baru saja menyampaikan hasil survei survei indeks persepsi korupsi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hasil dari survei tersebut menunjukkan Jakarta termasuk kota yang bersih dari praktik korupsi.

“Jadi kami menyampaikan bahwa kalau Jakarta dalam survei kami paling atas posisinya. Yang dianggap paling bersih diantara 12 Kota besar lain di Indonesia,” kata Sekjen TII Dadang Trisasongko di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabo (20/12).

“Tapi Jakarta ini kita ngambil sampelnya di Jakarta Utara. Tapi itu mencerminkan Jakarta,” lanjut Dadang.

Meskipun termasuk bersih, Dadang tetap menyampaikan beberapa saran untuk meningkatkan kinerja Pemprov DKI Jakarta dalam memberantas korupsi di wilayahnya. Khususnya dalam upaya pencegahannya.

“Jadi ada beberapa sektor usaha, respondennya usaha. Jadi tentu pembenahan di tata kelola perizinan, pengadaan. Pembenahan itu punya potensi besar untuk meningkatkan skor. Atau mencegah korupsinya kan lebih efektif. Sambil juga apa, Ini kan data diambil 2017. Artinya tugas gubernur yang sekarang menimimal mempertahankan ini atau meningkatkan kinerja pemberantasan korupsi,” terang Dadang.

Selain masalah di sektor usaha, Sekjen TII tersebut juga memberikan masukan terhadap transparansi dari Pemprov DKI Jakarta. Apabila dengan adanya keterbukaan tentu masyarakat bisa memberi masukan khususnya dalam rangka pencegahan korupsi.

“Masukannya yang penting sebetulnya isu-isu kemarin yang diperdebatkan publik yang soal transparansi yang macam-macam itu. Itu harus dijaga, jangan sampai mundur. Karena dengan transparansi orang bisa mengkritisi mengawasi memberi usul gitu,” jelasnya.

“Yang paling penting mempertahankan transparansi tata kelola pemerintahan di DKI Jakarta. Itu pilar penting untuk bisa mencapai kondisi-kondisi lain untuk mencegah korupsi,” tegas Dadang.

Survei yang dilakukan oleh TII merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap dua tahun sekali. Beberapa hal yang dinilai dalam survei tersebut adalah prefalensi, efektifitas pemberantasan korupsi, dan juga persaingan usaha.

“Banyak yang kita lihat. Prevalensinya, lalu efektifitas pemberantasan korupsinya kemudian juga persaingan usaha karena perspektifnya pengusaha ya,” pungkasnya. (**)

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top