Internasional

Tombol Nuklir di Meja Trump Lebih Besar Ketimbang Milik Korut

Trump - Kim Jong Un

Netsulsel.com – Presiden Donald Trump sesumbar tombol nuklir di mejanya lebih besar ketimbang milik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Pantas memang Trump mengatakannya, pasalnya Amerika Serikat adalah negara dengan hulu ledak nuklir terbanyak di dunia.

Menurut data lembaga pro-pelarangan senjata nuklir, International Campaign to Abolish Nuclear Weapon (ICAN), AS adalah negara pertama yang mengembangkan senjata nuklir dan satu-satunya yang pernah menggunakannya kepada musuh, menewaskan lebih dari 200 ribu orang di kota Nagasaki dan Hiroshima pada 1945.

Semenjak itu, negara-negara di dunia berlomba-lomba membuat senjata nuklir. Korut yang disebut tengah mengembangkannya dilaporkan ICAN hanya memiliki kurang dari 10 hulu ledak nuklir. Bunuh diri namanya jika Korut ingin berperang nuklir dengan Amerika.

Serangan dengan nuklir oleh AS hanya bisa diperintahkan presiden, dalam hal ini Trump. Ketika seseorang menjadi presiden AS, dia akan diberikan kartu berisi kode nuklir, dikenal dengan nama “Kode Emas”. Dengan kartu ini, presiden AS bisa melepaskan serangan nuklir.

Tapi tidak serta merta Trump bisa mengunakan kartu itu untuk meluncurkan rudal balistik dengan hulu ledak nuklir, ada tahapan yang harus dilalui. Berikut tahapannya seperti dipaparkan oleh Bruce G. Blair, mantan perwira peluncuran rudal dan peneliti di Program Keamanan Global dan Ilmu Pengetahuan di Princeton University seperti dikutip dari Bloomberg:

1. Presiden memutuskan melancarkan serangan nuklir

Presiden sebagai panglima tertinggi adalah satu-satunya orang di AS yang berhak memerintahkan peluncuran serangan nuklir, tidak ada yang lain.

2. Presiden memanggil para penasihat

Presiden memanggil para penasihatnya dari militer dan sipil di Washington untuk mengkonsultasikan keputusannya. Pertemuan mereka akan dilakukan di Ruang Situasi di Gedung Putih. Jika Presiden sedang bepergian, pembicaraan antar mereka dilakukan melalui telepon atau internet di jaringan yang aman.

Lamanya perundingan berlangsung sesuai keinginan Presiden. Tapi jika situasi sedang gawat, musuh mengancam, dan negara harus melakukan serangan balasan, konsultasi akan berlangsung hanya selama 30 detik.

3. Keputusan ada di tangan Presiden

Para penasihat presiden bisa berusaha mengubah pikiran Presiden atau bahkan mengundurkan diri sebagai bentuk protes, tapi keputusan akhir tetap ada di tangan Presiden sebagai panglima tertinggi. Jika dia mengatakan nuklir diluncurkan, tidak ada yang bisa mencegahnya.

4. Perintah diverifikasi

Setelah dilakukan konsultasi, petugas senior di “ruang perang” Pentagon, tempat kendali nuklir berada, harus memverifikasi ulang apakah benar yang memerintahkannya adalah betul presiden Amerika.

Verifikasi dilakukan dengan cara petugas membacakan kode peluncuran nuklir kepada presiden. Kode itu menurut Blair hanya dua kata dari alfabet militer, seperti “Delta-Echo”. Presiden harus meresponsnya dengan kode balasan yang tepat, “Charlie-Zulu”, contohnya.

5. Perintah diterima

Ruang perang menerima perintah peluncuran berisi rencana serangan, waktu penyerangan, kode peluncuran, dan kode untuk membuka kunci rudal. Perintah ini hanya berisi 150 karakter, dan disebarkan ke seluruh pusat komando AS di seluruh dunia.

6. Perintah diambil alih kru peluncuran

Selang 2-3 menit, perintah peluncuran sudah di tangan, kru pemegang kendali rudal nuklir di pusat serangan AS yang terdekat dari target membuka brankas yang menyimpan kode sistem otentikasi (SAS) yang telah dipersiapkan Badan Keamanan Nasional (NSA). Mereka lalu memastikan apakah kode di perintah peluncuran sama dengan SAS di dalam brankas.

Pusat serangan AS yang terletak di bawah tanah memuat 50 rudal nuklir.

7. Peluncuran dari kapal selam atau darat.

Jika peluncuran rudal nuklir dilakukan dari kapal selam, maka kapten, perwira eksekutif, dan dua orang lainnya menyamakan kode tersebut. Pesan peluncuran juga memuat nomor kombinasi untuk kunci pengendali tembakan yang diperlukan untuk melepaskan rudal.

Jika peluncuran dilakukan dari darat, maka ada lima kru yang menyamakan kode SAS dan perintah. Jika cocok, maka kru mengatur ulang target rudal ke sasaran yang ingin dituju. Di masa damai, target rudal mengarah ke laut.

Tidak berhenti sampai di situ, kru peluncuran harus memasukkan kode lainnya untuk membuka kunci rudal sebelum memasukkan kode peluncuran. Peluncuran dilakukan oleh lima kru yang bersamaan memutar kunci peluncuran.

Jika terjadi cekcok antara kelima kru, atau ada yang menolak memutar kunci, tidak mengapa. Pasalnya, minimal dua orang yang memutar kunci bersamaan untuk meluncurkan rudal.

8. Hanya butuh 5 menit

Dari keputusan presiden hingga peluncuran rudal nuklir dari silo di darat hanya memakan waktu 5 menit jika dalam situasi perang. Sedangkan untuk peluncuran dari kapal selam, butuh 15 menit untuk peluncuran.

Sekali ditembakkan, peluncuran rudal nuklir tidak akan bisa dibatalkan. (**)

 

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top