Otomotif

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar: Mulai 2040 RI Larang Penjualan Mobil Berbahan Bakar Minyak

Mobil listrik /ilustrasi

Netsulsel.com, Jakarta – Pemerintah telah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk mendorong pengembangan mobil listrik. Setelah melalui proses pembahasan sejak pertengahan tahun lalu, kini aturan tersebut tinggal menunggu waktu untuk diundangkan.

Dalam Perpres tersebut, mobil listrik akan dibebaskan dari pajak penjualan barang mewah (PPnBM) supaya harganya bisa bersaing dengan mobil konvensional.

Perpres juga menyiapkan pembebasan bea masuk impor bagi produsen otomotif di dalam negeri yang akan mengembangkan mobil listrik.

Tapi pembebasan bea masuk tidak akan diberikan kepada perusahaan yang hanya mau mengimpor mobil listrik saja tanpa investasi dan transfer teknologi ke Indonesia. Hanya produsen otomotif yang sudah punya pabrik di Indonesia dan mau membuat mobil listrik nasional yang bisa mendapat insentif itu.

Targetnya, mulai 2040 penjualan mobil berbahan bakar minyak bisa dihentikan. Nantinya, hanya mobil ramah lingkungan seperti mobil listrik saja yang boleh dijual.

“2040 sudah tidak ada lagi penjualan mobil berbahan bakar minyak, Perpres-nya sedang kita siapkan,” kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar saat ditemui di Jakarta, Sabtu 27 Januari 2018.

Namun, Arcandra menambahkan, keberadaan mobil listrik tidak akan sepenuhnya menghilangkan ketergantungan pada minyak bumi. Mobil listrik hanya menekan permintaan minyak untuk bahan bakar kendaraan.

Masih ada hasil olahan dari minyak bumi yang belum tergantikan, misalnya produk petrokimia. Berbagai barang kebutuhan seperti plastik, baju, hingga kosmetik bergantung pada produk petrokimia dari minyak.

Setidaknya sampai saat ini, kata Arcandra, belum ada substitusi minyak bumi untuk produk petrokimia.
“Harus kita lihat, mobil listrik tidak akan sepenuhnya menghilangkan kebutuhan kita akan minyak. Lihat di sekitar kita, misalnya plastik, butuh produk petrokimia. Belum bisa sampai saat ini. Kita masih tetap membutuhkan minyak,” tutupnya. (**)

 

 

 

 

Berikan Komentar Anda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top