NETSULSEL | Jakarta, Rencana Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang menyerukan Reformasi jilid II, direspon Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dengan santun. Kapolri meminta mahasiswa untuk selalu tertib dalam menjalankan aksi unjuk rasanya nanti. Dalam seruan reformasi tersebut, BEM SI akan melakukan unjuk rasa akbar bila pemerintah tidak memenuhi tuntutan untuk mengatasi pelemahan rupiah.
“Terkait dengan kegiatan di masyarakat, tentu kita selalu mengimbau agar semua kegiatan dilaksanakan dalam bentuk yang tertib,” kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta baru-baru ini.
“Kami Polri tentunya akan terus menjaga agar apapun bentuk kegiatan penyampaian aspirasi dari masyarakat semuanya dalam kondisi yang tertib dan itu menjadi tujuan kita bersama dengan situasi yang ada,” ujar dia.
Sebelumnya sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mendorong pemerintah mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah. Ultimatum ini diserukan mahasiswa kepada pemerintah untuk memperbaiki Ekonomi dalam waktu 18. Mahasiswa juga mempertimbangkan menggelar demonstrasi besar-besaran bertajuk Reformasi Jilid II bila tuntutan tidak dipenuhi. (ist)











