NETSULSEL | Kolaka Utara, Sebuah drama pelarian kolosal yang mirip film Action-Comedy Hollywood baru saja terjadi di Rutan Mapolres Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara. Sebanyak 11 tahanan nekat melakukan aksi jailbreak kreatif pada Kamis (2/7/2026) dini hari. Namun, namanya juga petualangan instan, pelarian mereka berakhir dengan tawa dan penyesalan.
Hingga Minggu (5/7/2026), polisi berhasil memulangkan total 6 dari 11 alumni rutan tersebut setelah mereka sempat menikmati udara bebas yang sangat singkat.
Kronologi Aksi, Seni Akrobat di Bilik Jemuran
Mari kita urutkan bagaimana aksi nekat ini terjadi pada Kamis subuh sekitar pukul 03.30 WITA, saat para penjaga mungkin sedang berada di titik kantuk tertinggi, Formasi Tangga Manusia: Alih-alih pakai gergaji besi seperti di film-film keren, para tahanan ini memilih kerja sama tim yang solid. Mereka saling gendong membentuk “tangga manusia” di dalam bilik jemuran (yang biasa dipakai salat berjemaah) untuk mencapai langit-langit.
Merusak Ventilasi: Setelah berhasil menggapai bagian atas, mereka merusak teralis besi ventilasi tempat matahari masuk agar badan mereka bisa lolos ke lantai dua.
Tarzan Pakai Selang dan Sarung: Di sinilah keajaiban budget rendah terjadi. Untuk memanjat ke luar bangunan lantai dua, mereka menggunakan selang air. Nah, untuk turun ke tanah? Mereka dengan kreatif menyambung-nyambungkan kain sarung salat menjadi tali panjang, lalu merosot ke bawah satu per satu. Sangat estetik, bukan?
Kamis, 4 Orang Langsung “Zonk” di Hari Pertama
Sial bagi mereka, pelarian estetik ini langsung terendus. Baru juga menghirup udara luar pada Kamis (2/7), empat anggota “tim akrobat” ini langsung diciduk polisi di berbagai tempat berbeda di wilayah Kolaka Utara. Mereka adalah Muh Sidiq, Sahrul, Rama Fitrah, dan Junaedi. Rencana nongkrong di warung kopi pun gagal total.
Jumat & Minggu: Ada yang Menyerah karena Bosan, Ada yang Diciduk di Danau
Memasuki hari Jumat (3/7), satu tahanan bernama Ilham tampaknya mulai lelah bersembunyi dan rindu masakan rutan. Atas inisiatif dan “dorongan penuh kasih sayang” dari keluarganya, Ilham akhirnya datang sendiri ke Desa Tojabi untuk menyerahkan diri secara baik-baik ke polisi.
Sementara itu, tahanan bernama Paril memilih jalur healing yang lebih jauh. Ia kabur menyeberang provinsi hingga ke Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Sial bagi Paril, persembunyiannya di sekitar Danau Towuti pada Minggu (5/7) pagi ketahuan warga. Polisi yang mendapat laporan langsung meluncur dan menciduk Paril yang tampaknya sedang asyik menikmati pemandangan danau.
”Tahanan bernama Ilham menyerahkan diri dengan inisiatif keluarga, kalau Paril ditangkap saat sembunyi di sekitar Danau Towuti,” beber Kasi Humas Polres Kolut, Aipda Ahmad Saiful, Minggu (5/7).
Sisa 5 Orang Lagi, Diimbau Segera Pulang!
Saat ini, Ilham sudah meringkuk manis di selnya yang lama, sementara Paril sedang dalam perjalanan darat yang melelahkan kembali menuju Polres Kolut. Melihat masih ada 5 tahanan lagi yang belum pulang dan entah sedang bersembunyi di mana, pihak kepolisian memberikan pesan penutup yang cukup menyentuh hati.
”Kami mengimbau untuk tahanan lain segera menyerahkan diri ke polisi,” pungkas Aipda Ahmad Saiful.
Ayolah kawan-kawan yang masih di luar, kain sarung di rutan sudah menunggu untuk dipakai salat lagi, bukan untuk dipakai merosot dari lantai dua! (ita)





