
NETSULSEL | Makassar, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni, mengajak jajaran Pemerintah Kota Makassar untuk mempercepat penyerapan anggaran secara efektif dan tepat sasaran. Dalam Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Gammara Makassar pada Sabtu (25/7/2026), Fatoni menekankan bahwa APBD bukan sekadar tumpukan angka administrasi, melainkan motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
Meskipun capaian pendapatan daerah Pemkot Makassar terbilang impresif hingga menembus 48,85 persen (di atas rata-rata nasional), realisasi belanja daerahnya baru mencapai 34,35 persen. Fatoni mengingatkan bahwa simpanan kas yang melimpah tidak akan memberi dampak nyata jika anggaran tersebut belum ditransformasikan menjadi program pembangunan yang dirasakan langsung oleh publik.
Fatoni mendorong seluruh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memegang teguh prinsip money follow program demi memastikan setiap rupiah yang dianggarkan benar-benar berdampak positif. Ia meminta para pimpinan instansi untuk terlibat aktif menyusun perencanaan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat, ketimbang menyerahkannya secara formalitas kepada jajaran staf.
”Karena ini uang darah, sebagai energi untuk bisa menjalankan program-program dengan baik. Maka mari kita mulai dari perencanaan, kemudian kita anggarkan, laksanakan, dan itulah yang kita sebut pengawasan,” tegas Agus Fatoni menginspirasi para peserta FGD.
Mengakhiri arahannya, Fatoni juga mendorong Pemkot Makassar untuk memanfaatkan lelang Pra-DIPA agar proyek fisik tidak menumpuk di akhir tahun, sekaligus menjadikan momentum APBD Perubahan untuk menyehatkan struktur anggaran secara realistis. Dengan pengelolaan yang sigap dan visioner, APBD Makassar diharapkan mampu menjadi landasan kuat bagi kemajuan kota dan kesejahteraan warganya. (ist)















