Unhas-Tiran Group Rancang Kemitraan Strategis Lewat TIRAN Campus Connect 2026

Pertemuan penting antara Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, dan jajaran direksi Tiran Group yang dipimpin oleh Rahman Arif ini berlangsung di Ruang Rektor Unhas, Senin (7/7/2026), demi melahirkan program konkret yang menghubungkan ekosistem pendidikan dengan sektor industri.

NETSULSEL | Makassar, Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Tiran Group resmi menjajaki kolaborasi strategis melalui inisiatif bertajuk TIRAN Campus Connect 2026. Pertemuan penting antara Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, dan jajaran direksi Tiran Group yang dipimpin oleh Rahman Arif ini berlangsung di Ruang Rektor Unhas, Senin (7/7/2026), demi melahirkan program konkret yang menghubungkan ekosistem pendidikan dengan sektor industri.

​Tiran Group, sebagai holding company nasional yang bergerak di sektor pertambangan dan agribisnis, berkomitmen penuh pada investasi sumber daya manusia (SDM) berkelanjutan. Direktur Utama Tiran Group, Rahman Arif, menegaskan bahwa perguruan tinggi adalah mitra paling krusial untuk mencetak lulusan yang siap menjawab kebutuhan industri yang kian dinamis.

​Menariknya, Unhas menjadi kampus pertama di Indonesia yang diajak berdiskusi untuk mematangkan konsep TIRAN Campus Connect 2026 ini. Program visioner tersebut dirancang sebagai wadah belajar inklusif yang tidak hanya mempertajam keahlian teknis mahasiswa di lapangan, tetapi juga memperkuat kontribusi nyata mereka bagi pembangunan masyarakat luas.

​”Kami ingin membangun kemitraan jangka panjang yang mampu menciptakan talenta muda berkualitas, sekaligus memperkuat jembatan emas antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat,” ujar Rahman Arif penuh optimisme.

​Guna mewujudkan visi tersebut, Tiran Group menyodorkan tiga program unggulan bagi mahasiswa Unhas. Program tersebut meliputi Tiran Officer Program (TOP) untuk mencetak calon pemimpin perusahaan, Tiran Internship Program (TIP) sebagai wadah magang profesional, serta Tiran Opportunity Scholarship (TOS) berupa beasiswa akademik untuk memacu kompetensi mahasiswa.

​Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa (Prof. JJ), menyambut hangat kolaborasi ini dan menyatakan bahwa sinergi dengan industri adalah kunci utama serapan kerja lulusan. Unhas sendiri telah bertransformasi menyiapkan bekal tersebut melalui Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK) yang meramu keterampilan profesional mahasiswa agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

​Prof. JJ berharap kolaborasi strategis ini menjadi inspirasi baru dan tidak sekadar berhenti pada urusan magang atau rekrutmen semata. Ke depan, kemitraan transformatif ini diharapkan mampu meluas hingga ke ranah pengembangan kurikulum bersama, riset terapan, serta inovasi berkelanjutan yang berdampak besar bagi kemajuan bangsa.(ist)