
NETSULSEL | Malassar, Tak perlu waktu lama bagi Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak untuk langsung tancap gas beraktivitas usai resmi mengemban amanah baru sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung RI. Hanya berselang sehari setelah pelantikan, pria yang dikenal hangat dan rendah hati ini langsung terbang menuju Kota Daeng, Makassar.
Bukan sekadar kunjungan kerja biasa, kehadiran Leonard di Sulawesi Selatan adalah bentuk penghormatan dan komitmen mendalam terhadap pahlawan nasional sekaligus ulama besar yang mendunia, Syekh Yusuf Al-Makassari. Usut punya usut, Leonard sendiri merupakan sosok penting di balik terselenggaranya Haul Akbar Tuanta Salamaka tersebut sejak awal.
Bagi Leonard, nilai-nilai keberanian, keikhlasan, dan pengabdian Syekh Yusuf adalah suluh yang tak boleh padam diabaikan zaman. Perjuangan sang ulama membuktikan bahwa mengabdi untuk masyarakat dan bangsa bisa dilakukan lewat jalur apa saja, tanpa melulu bergantung pada selembar ijazah jabatan.
Dari Khidmatnya Haul ke Kehangatan Kedai Tujuh Belas
Usai larut dalam khusyuknya rangkaian Haul Akbar di Gowa, suasana formal perlahan cair. Sabtu malam (25/5/2026), Leonard memilih menepi sejenak untuk melepas penat sambil merawat silaturahmi. Langkah kakinya mengarah ke Kedai Tujuh Belas di Makassar—sebuah tempat nongkrong legendaris yang dikelola oleh sahabat lamanya yang juga aktivis anti-korupsi ternama, Djusman AR.

Tanpa sekat protokoler yang kaku, momen santai malam itu diisi dengan santap malam bersama, seruput kopi hangat, dan obrolan renyah penuh kenangan. Tawa dan diskusi ringan mengalir alami di antara jajaran warga dan tokoh masyarakat yang hadir.
Djusman AR, atau yang akrab disapa Bang Djus, tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan apresiasinya atas kerendahan hati sang sahabat. Di tengah padatnya jadwal sebagai pejabat tinggi Kejaksaan Agung, Leonard tetap meluangkan waktu menyapa sahabat dan merawat tradisi lokal.
”Terima kasih banyak untuk Pak Leonard yang sudah meluangkan waktunya. Beliau ini sosok sahabat yang sangat humble dan peduli. Pak Leonard-lah yang menginisiasi Haul Syekh Yusuf ini dan terus konsisten menjaga nilai-nilai perjuangan beliau,” tutur Bang Djus hangat.
Tak lupa, Bang Djus mewakili rekan-rekannya menyelipkan doa dan ucapan selamat atas posisi baru Leonard sebagai Jampidum Kejagung RI.
”Selamat atas amanah barunya sebagai Jampidum. Semoga Pak Leonard selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menegakkan hukum serta memberikan pengabdian terbaik untuk bangsa dan negara,” tambahnya.
Malam di Kedai Tujuh Belas itu menjadi bukti nyata: setinggi apa pun jabatan yang diemban, kesederhanaan, kecintaan pada budaya lokal, dan ikatan sahabat akan selalu punya tempat terbaik untuk pulang.(ita)










