Menyemai Harapan di Tanah Ibu Pertiwi: Kala Inovasi Drone Unhas Terbang Menuju Swasembada Pangan

Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali membuktikan bahwa puncak tertinggi dari sebuah riset akademis bukanlah tumpukan kertas laporan di perpustakaan, melainkan manfaat nyata yang mampu menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Melalui hadirnya Unhas Sprayer-Spreader Drone (USD), inovasi teknologi pertanian presisi ini melangkah mantap keluar dari ruang laboratorium menuju bentangan sawah para petani.

NETSULSEL | Makassar, Di balik hamparan hijau persawahan Nusantara, sebuah gelombang perubahan tengah bergerak perlahan namun pasti. Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali membuktikan bahwa puncak tertinggi dari sebuah riset akademis bukanlah tumpukan kertas laporan di perpustakaan, melainkan manfaat nyata yang mampu menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Melalui hadirnya Unhas Sprayer-Spreader Drone (USD), inovasi teknologi pertanian presisi ini melangkah mantap keluar dari ruang laboratorium menuju bentangan sawah para petani. Kolaborasi strategis bersama Kementerian Pertanian menjadi bukti nyata bahwa gagasan besar anak bangsa kini siap menopang cita-cita luhur bangsa: mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan nasional.

​Teknologi USD hadir bukan sekadar sebagai alat peretas batas modernitas, melainkan sebagai jawaban atas keringat dan jerih payah para petani yang kerap bertarung dengan waktu dan keterbatasan tenaga. Menggabungkan akurasi navigasi berbasis Global Positioning System (GPS) dengan sistem penyemprotan dan penaburan benih otomatis, drone ini mampu membagikan benih secara merata, menghemat bahan, serta memangkas waktu kerja di lapangan secara drastis. Sentuhan teknologi ini menyalakan kembali api optimisme bahwa bertani di era modern bisa menjadi profesi yang efisien, bermartabat, dan penuh kepastian hasil.

​Komitmen pemerintah dalam mendukung karya anak bangsa diwujudkan secara konkret melalui alokasi dana pengadaan senilai Rp11 miliar dari Kementerian Pertanian. Sebagai langkah awal pelepasan, sebanyak 50 unit USD siap didistribusikan ke 46 kabupaten/kota di penjuru negeri—meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua. Momen bersejarah ini ditandai dengan pelepasan simbolis 15 unit drone oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., di Gedung Rektorat Kampus Tamalanrea, Makassar, sebagai tonggak awal pengabdian teknologi bagi kedaulatan pangan Indonesia.

​Dalam sambutannya, Prof. JJ menegaskan bahwa masa depan pertanian Indonesia sangat bergantung pada keberanian kita berpaling pada kemandirian teknologi. “Pertanian modern membutuhkan peralatan modern. Teknologi harus hadir sebagai solusi nyata untuk mendukung swasembada pangan. Ini adalah drone buatan anak bangsa, buatan Unhas, yang membuktikan kapasitas kita untuk berdiri di atas kaki sendiri menuju Indonesia Emas,” tegasnya dengan penuh rasa bangga dan optimisme.

​Di balik kecanggihan mekanismenya, pengemban misi kebangsaan ini lahir dari tangan dingin Dr. Eng. Andi Amijoyo Mochtar, S.T., M.Sc., bersama tim Inkubator dan Science Techno Park (STP) Unhas. Dirancang khusus dengan kontrol otomatis yang intuitif dan tangki benih berkapasitas besar, drone ini sangat ramah digunakan oleh para petani tanpa memerlukan latar belakang teknis yang rumit. Komitmen Unhas tidak berhenti pada penciptaan prototipe semata; langkah berani menuju hilirisasi dan manufaktur skala industri pun dijalani melalui kemitraan strategis bersama PT Ener Sky Innovation untuk memastikan produksi lokal ini berkelanjutan.

​Langkah progresif ini selaras dengan ruh Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Sinergi triple-helix antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk lepas dari ketergantungan teknologi asing. Dengan membawa inovasi dari ruang sains langsung ke lumpur sawah, Unhas memperlihatkan wajah sejati perguruan tinggi: tempat di mana ilmu pengetahuan menjelma menjadi solusi, serta dedikasi berubah menjadi kebanggaan nasional demi masa depan pertanian Indonesia yang mandiri dan sejahtera. (qas)