NETSULSE | Makassar, Masalah kutu beras (Sitophilus oryzae) yang kerap merusak kualitas beras simpanan di rumah tangga maupun gudang sembako kini menemukan solusi cerdas dan alami. Berangkat dari bahaya penggunaan pestisida kimia sintetis yang berisiko bagi kesehatan pangan, sekelompok mahasiswa Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam Tim PHARMACOUNT menciptakan RICEVA (Rice Protection with Natural Volatile Aroma). Inovasi berbentuk paper strip ini memanfaatkan keajaiban minyak atsiri serai wangi dan ekstrak pandan wangi untuk mengusir hama beras secara praktis, aman, dan ramah lingkungan.
RICEVA bekerja memanfaatkan kombinasi senyawa volatil alami seperti sitronelal, sitronelol, dan geraniol dari serai wangi yang berpadu dengan aroma khas pandan wangi. Formulasi paper strip ini dirancang khusus agar melepaskan aroma pengusir serangga secara bertahap tanpa perlu bersentuhan langsung dengan beras, sehingga mutu dan keamanan beras tetap terjaga sempurna. Keunggulan kepraktisan RICEVA membuatnya sangat cocok digunakan di berbagai skala, mulai dari dapur rumah tangga, anak kos, pelaku UMKM pangan, hingga pedagang sembako.
Ketua Tim PHARMACOUNT, Humairah Afifah, mengungkapkan bahwa kunci kekuatan inovasi RICEVA terletak pada kolaborasi lintas disiplin ilmu antara mahasiswa Farmasi dan Akuntansi. “Tantangan terbesar kami adalah mengintegrasikan aspek kesehatan, inovasi produk, dan strategi bisnis. Kolaborasi lintas jurusan ini menjadi kekuatan utama kami untuk menyusun RICEVA yang tidak hanya layak secara ilmiah, tetapi juga berdaya saing tinggi sebagai produk komersial. Kami berharap RICEVA dapat menjadi alternatif perlindungan beras yang lebih aman, praktis, dan ramah lingkungan,” ujar Humairah.
Langkah solutif yang berorientasi pada riset ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak akademisi kampus. Direktur Kemahasiswaan Unhas, Prof. Dr. Ir. Suhasman, S.Hut., M.Si., IPM, menegaskan bahwa RICEVA merupakan bukti nyata bagaimana riset perguruan tinggi dapat menjawab permasalahan riil di tengah masyarakat. “Inovasi ini menjawab persoalan sehari-hari yang dihadapi masyarakat, yang dibangun dengan basis ilmiah sebagai hasil riset yang kuat,” puji Prof. Suhasman terhadap karya para mahasiswanya.
Berkat gagasan solutif dan model bisnis yang matang, inovasi RICEVA berhasil membawa Tim PHARMACOUNT Unhas meraih Juara III pada Business Plan Competition dalam Lokakarya Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Wilayah Timur 2026 di Bali, pada 23 Juli 2026. Ke depan, tim riset ini berencana segera memproduksi prototipe, melakukan pengujian lapangan komprehensif, dan menyempurnakan strategi hilirisasi produk agar RICEVA dapat dipasarkan secara luas ke masyarakat. (qas)













