
NETSULSEL | Makassar, Di tengah gelombang dinamika geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian, optimisme baru terpancar dari kampus Universitas Hasanuddin (Unhas). Menggandeng Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Unhas menegaskan komitmennya untuk memelopori penguatan kemitraan multilateral demi mencetak generasi muda yang tangguh di kancah global.
Semangat kolaborasi ini mengemuka dalam Kuliah Umum bertajuk “Indonesia, the Netherlands and the EU: Stable, Reliable and Predictable Partnerships in Turbulent Times” yang digelar di Arsjad Rasjid Lecture Theater Unhas, Rabu (19/8).
Membuka kegiatan tersebut, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Informasi dan Pemantauan Unhas, Rakhmat Nurul Prima Nugraha, S.E., M.Sc., menyampaikan bahwa krisis dunia bukanlah penghalang, melainkan pemicu untuk melahirkan kerja sama yang lebih solid.
“Dunia telah melalui berbagai tantangan eksternal yang kompleks. Melalui forum ini, kita tidak hanya beradaptasi, tetapi aktif membuka peluang kolaborasi yang mampu menjawab tantangan masa depan,” tegas Rakhmat.
Hadir sebagai narasumber utama, Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Mr. Adriaan Palm, membagikan wawasan mendalam mengenai transformasi diplomasi modern. Ia menekankan bahwa di era digital yang serbacepat, diplomasi kini menjadi milik publik dan membutuhkan keberanian untuk mendengarkan.
“Diplomasi hari ini berada di ruang terbuka. Namun di tengah arus cepat ini, pragmatisme tidak boleh mengorbankan penegakan hukum internasional,” ujar Mr. Palm di hadapan ratusan mahasiswa.
Lebih lanjut, diplomat senior tersebut memantik inspirasi generasi muda Unhas untuk menjadi agen pemersatu dunia. Menurutnya, kunci menghadapi krisis global adalah keberanian untuk meruntuhkan sekat dan membangun jembatan dialog.
“Kita perlu membangun jembatan antara Utara dan Selatan, serta Barat dan Timur. Dari titik-titik kepentingan bersamalah hubungan yang kokoh dapat terus kita rawat secara konsisten,” tambahnya.
Antusiasme peserta membuktikan bahwa sivitas akademika Unhas siap mengambil peran strategis. Lebih dari sekadar ruang kuliah, forum interaktif ini menjadi ajang pembuktian bahwa dari Makassar, semangat perdamaian, diplomasi inklusif, dan kemitraan tanpa batas dapat terus dinyalakan untuk dunia yang lebih baik.(isq)










