Pengangguran Kreatif Tapi Apes, Niat Cari Cuan Musim Panen Malah Panen Sorakan Warga

sketsa dengan imajinasi AI (hanya pemanis)

NETSULSEL | Bone, ​Kabupaten Bone, tempat di mana padi menguning melimpah dan ide-ide cari uang instan tumbuh subur di kepala orang yang bosan menganggur. Seperti kisah pengangguran berikut,

​Pada Kamis subuh, 20 Agustus 2026 sekitar pukul 05.00 WITA, ketika ayam jantan baru saja pemanasan vokal di Bubung Karaja’e, Jl. Majang, Kecamatan Tanete Riattang, sebuah ide bisnis tanpa modal meletus di kepala Aris bin Deng Mappuji (46 tahun). Sebagai pria dengan status pekerjaan “tidak ada” alias pengangguran tingkat dewa, Aris tampaknya tak sanggup lagi membendung gejolak jiwanya untuk merasakan gurihnya cuan di musim panen.

​Melihat karung-karung gabah menumpuk manis di teras rumah Kamaruddin (39 tahun), mata Aris langsung hijau. Di benaknya, gabah senilai Rp400.000 itu bukan lagi bulir beras, melainkan tumpukan lembaran rupiah yang siap ditukar dengan kopi, rokok, dan gaya hidup. Dengan jurus “gerak cepat subuh ceria”, Aris langsung memeluk dan merangkul erat satu karung gabah milik korban. Apesnya, persis saat Aris sedang menguji kekuatan otot punggungnya mengangkat gabah tersebut disubuh buta, pintu rumah dibuka oleh sang pemilik.

​Seketika, terjadi eye-contact yang sangat romantis namun menegangkan antara Kamaruddin dan Aris.

​Sadar dirinya bukan Delivery Express resmi, Aris langsung melepas karung gabah dan melakukan sprint subuh menuju sepeda motornya. Sayangnya, napas pengangguran kalah stamina dengan pemilik gabah. Kamaruddin berhasil mengejar, menciduk Aris, dan memberikan bonus “seruan warga” hingga tetangga sekitar berkumpul menyaksikan parade olahraga subuh tersebut.

​Tak butuh waktu lama, Unit Resmob Sat Reskrim Polres Bone di bawah komando Aiptu Tahir dan arahan Kasat Reskrim AKP Ananda Gunawan langsung meluncur ke lokasi kejadian pada pukul 06.38 WITA. Aris pun diamankan tanpa perlawanan dan langsung mengakui semua aksi “fitnes subuh berhadiah gabahnya.

“Kami imbau masyarakat tetap waspada menjaga hasil panennya. Dan untuk saudara Aris maupun warga lainnya yang belum berpenghasilan, ingat: tidak punya pekerjaan itu bukan alasan untuk mencuri! Mending mendaftar jadi kuli panggul atau buruh tani resmi—sama-sama angkat karung gabah, tapi dapat uang halal. Kalau coba-coba mencuri, walaupun baru percobaan, tetap kita jerat Pasal 362 jo Pasal 53 KUHP. Niat cari cuan Rp400 ribu, malah berujung panen hukuman di dalam sel!” terang AKP Ananda Gunawan, S.Tr.K., S.I.K., M.A.P., Kasat Reskrim Polres Bone.

Pojok Hukum Ala NETSULSEL, Tips Biar Gak Makin Buntung
​Buat para pengangguran di luar sana yang matanya suka ‘ijo’ tiap kali melihat hasil panen tetangga:

​Pencurian Bikin Batal Bebas, Meski cuma “percobaan” dan gabahnya belum sempat dijual buat beli pulsa, Anda tetap dijerat Pasal 362 KUHP juncto Pasal 53 KUHP tentang Percobaan Pencurian. Ancamannya bisa bikin Anda mendekam di sel beberapa tahun. Mau cari cuan Rp400.000, malah dapat penginapan gratis tanpa AC!

​Musim Panen Itu Buat Buruh, Bukan Buat Maling. Daripada angkat gabah tetangga sembunyi-sembunyi yang berisiko memicu latihan stamina dari warga sekampung, mending daftar jadi kuli panggul resmi. Sama-sama angkat karung, tapi yang satu dapat honor halal, bukan surat penahanan dari Polsek! (ita)