
NETSULSEL | Beijing, Sejarah baru dalam dunia kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan robotika resmi tercipta. Rekor lari 100 meter legendaris milik pelari asal Jamaika, Usain Bolt, sebesar 9,58 detik yang bertahan sejak Kejuaraan Atletik Dunia 2009 di Berlin akhirnya patah. Bukan oleh atlet manusia, melainkan oleh robot humanoid besutan para pakar teknologi Tiongkok.
Dalam ajang kompetisi robotik global yang berlangsung di National Speed Skating Oval Beijing hingga Rabu (26/8), robot Tiangong Ultra yang dikembangkan oleh Pusat Inovasi Robot Humanoid Beijing berhasil menyentuh garis finis dalam kurun waktu spektakuler 9,39 detik.
Dominasi Teknologi, Rekor Ganda di Beijing
Keunggulan teknologi mesin ini tidak berhenti pada Tiangong Ultra. Posisi kedua ditempati oleh Lightning, robot canggih buatan produsen smartphone ternama, Honor. Lightning mencatatkan waktu 9,47 detik juga lebih cepat dari rekor Usain Bolt. Bahkan pada sesi uji coba internal sebelum lomba, Lightning sempat mengukir rekor latihan 100 meter hingga 9,32 detik.
Fleksibilitas daya tahan Lightning sebelumnya juga dibuktikan dengan menjuarai lomba lari setengah maraton humanoid tahun ini lewat raihan waktu 50 menit 26 detik, mengungguli rekor dunia manusia elit putra.
Pertumbuhan Industri dan Lompatan Pasar
China secara agresif menjadikan robot humanoid sebagai fokus industri strategis nasional. Kombinasi pesat antara efisiensi perangkat keras (hardware) dan model AI terbaru mempercepat integrasi robot ke sektor manufaktur, rantai logistik, hingga aplikasi konsumen harian.
Sinyal positif ini direspons masif oleh pasar modal.
Lonjakan Saham 500%: Saham Unitree (688836.SS), salah satu manufaktur robot humanoid terkemuka di Tiongkok, melonjak lebih dari lima kali lipat saat debut perdana di Bursa Efek Shanghai pekan ini.
Lonjakan Partisipasi: Turnamen tahun ini mencatat partisipasi masif sebanyak 2.056 robot dari 666 tim yang mewakili 16 negara di 6 benua, naik drastis dari hanya 280 tim pada ajang perdana.
Keberhasilan Tiangong Ultra dan Lightning membuktikan bahwa evolusi mesin otonom telah bergeser dari sekadar eksperimen laboratorium menjadi armada teknologi berkinerja tinggi di dunia nyata. (yas)





