
NETSULSEL | Makassar, Universitas Hasanuddin (Unhas) mengukuhkan lima guru besar melalui Rapat Paripurna Senat Akademik Terbatas dalam rangka Upacara Pengukuhan dan Penerimaan Anggota Dewan Profesor, Rabu (26/8). Pengukuhan berlangsung mulai pukul 08.00 Wita di Ruang Senat Akademik Unhas, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar.
Lima guru besar yang dikukuhkan berasal dari Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kehutanan, dan Fakultas Ilmu Budaya, yaitu:
1. Prof. Dr. drg. Maria Tanumi Hardja, MDSc. — Guru Besar Bidang Ilmu Konservasi Gigi dan Mikrobiologi Endodontik, Fakultas Kedokteran Gigi.
2. Prof. Dr. Asdar, drg., M.Kes. — Guru Besar Bidang Ilmu Periodontologi, Fakultas Kedokteran Gigi.
3. Prof. Dr. Juni Jekti Nugroho, drg., SpKG SubSp KE. — Guru Besar Bidang Ilmu Biomaterial Endodontik, Fakultas Kedokteran Gigi.
4. Prof. Dr. Ir. Budiaman, M.P., IPU. — Guru Besar Bidang Ilmu Serangga Hutan-Lebah Madu, Fakultas Kehutanan.
5. Prof. Dra. Herawaty Abbas, M.Hum., M.A., Ph.D. — Guru Besar Bidang Ilmu Kesusastraan, Fakultas Ilmu Budaya.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengatakan pengukuhan guru besar merupakan momentum untuk memperkuat budaya keilmuan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk melalui kajian interdisiplin dan pertukaran gagasan antarcabang ilmu.
“Jabatan guru besar merupakan tanggung jawab untuk terus meningkatkan produktivitas akademik dan memberikan kontribusi melalui pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta inovasi. Setelah menjadi guru besar, jangan berhenti berkarya. Justru setelah mencapai jabatan guru besar, produktivitas kita harus semakin meningkat,” jelas Prof. JJ.
Dirinya menambahkan, semakin banyak guru besar yang dimiliki Unhas, semakin besar pula peluang universitas dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui karya akademik dan penelitian. Para guru besar diharapkan untuk menjadi pelopor dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah Unhas, khususnya melalui publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
“Saya berharap para guru besar yang dikukuhkan dapat mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem akademik yang produktif dan kolaboratif serta memperluas kontribusi Unhas bagi masyarakat,” kata Prof. JJ.(qas)
















