
Serukan Perdamaian Rencana Aksi 27-29 di Jakarta, Elemen Sipil Makassar Gelar FGD Kebangsaan
NETSULSEL | Makassar, Di tengah meningkatnya tensi politik nasional menjelang rencana aksi besar-besaran di Jakarta pada 27, 28, dan 29 mendatang, pesan perdamaian dan kemanusiaan bergema kuat dari Indonesia Timur. Berbagai elemen masyarakat yang terdiri dari Organisasi Kepemudaan (OKP), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berkumpul dalam Focus Group Discussion (FGD) Kebangsaan untuk menyerukan pentingnya menjaga kondusifitas bangsa.
Agenda kemanusiaan dan kebangsaan ini dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026) pukul 15.00 WITA di Red Corner Cafe, Jl. Yusuf Daeng Ngawing, Tidung, Kota Makassar.
Mengusung tema “Dari Makassar, Kita Jaga Indonesia: Bersama OKP dan Ormas Meneguhkan Persatuan”, kegiatan yang diinisiasi oleh Bung Aloq bersama para tokoh pemuda ini berfokus pada pendekatan politik kemanusiaan—menempatkan keselamatan rakyat, keharmonisan sosial, dan kedamaian di atas dinamika politik praktis.
Melalui forum ini, seluruh elemen pemuda dan Ormas Makassar serta Sulawesi Selatan secara resmi mendeklarasikan komitmen bersama untuk berdiri di garis depan dalam meredam potensi konflik dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pertemuan tersebut melahirkan wadah kolaborasi baru, yakni Forum Bersama untuk Indonesia, yang bertugas mengawal stabilitas keamanan warga, memfasilitasi dialog damai, serta menjadi simpul aksi nyata secara berkelanjutan.
Pesan Kemanusiaan dan Seruan Jaga Kondusifitas
Di hadapan peserta forum, Bung Aloq secara khusus menyoroti dinamika nasional terkini dan menyerukan agar seluruh masyarakat menolak segala bentuk provokasi yang dapat memicu bentrokan fisik maupun perpecahan antar-anak bangsa selama rencana aksi 27–29 di Jakarta.
”Politik tertinggi adalah kemanusiaan dan keselamatan rakyat. Merawat persatuan serta menjaga situasi tetap kondusif adalah tanggung jawab kolektif kita bersama. Menjelang aksi besar-besaran di Jakarta, kita dari Makassar menyerukan aspirasi boleh disampaikan, namun perdamaian dan keselamatan jiwa jauh lebih utama,” tegas Bung Aloq.
Ia menambahkan bahwa elemen sipil di Makassar berkomitmen menjadi benteng kedamaian dan penyejuk suasana di tengah hangatnya panggung politik nasional.
”Melalui Forum Bersama ini, kita ingin memastikan elemen sipil tidak hanya berdiskusi, tetapi aktif merawat kebhinekaan dan menjaga ruang publik tetap aman. Dari Makassar, kita tunjukkan kontribusi nyata bahwa suara kritis harus tetap berjalan beriringan dengan semangat persatuan,” tambahnya.
Mengusung semangat “Bersatu, Berdaya, Berkontribusi” dan menyuarakan gerakan persatuan melalui kampanye #MakassarUntukIndonesia, para tokoh pemuda dan masyarakat Makassar kembali menegaskan peran strategis Sulawesi Selatan sebagai pilar utama penjaga perdamaian nasional dan persatuan bangsa.










