Insiden Hari Ke 3 Pesawat Bermasalah di Bandara Sultan Hasanuddin, Pesawat PT Vast Intra Avia Gagal Terbang

Lagi pesawat bermasalah diBandara Sultan Hasanuddin. Hari ini Pesawat PT Vast Intra Avia gagal terbang karena rodanya terkunci

NETSULSEL | Maros, Insiden penerbangan kembali melanda Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Rabu (26/8/2026) hari ini. Setelah 2 hari sebelumnya jet sukhoi tergelinsir keluar dari landasan pacu, kemarin pesawat cassa juga tergelincir dari landasan pacu. Hari ini pesawat surveillance milik PT Vast Intra Avia mengalami gangguan teknis berupa wheel lock (roda terkunci) saat bersiap lepas landas sekitar pukul 13.30 WITA. Peristiwa ini mencatatkan insiden penerbangan ketiga yang terjadi secara berturut-turut dalam tiga hari terakhir di lokasi tersebut.

Berikut fakta-fakta penting terkait insiden dan penanganannya:
​Kronologi Kejadian: Pesawat yang menampung 5 orang kru (2 pilot, 1 co-pilot, dan 2 engineer) tanpa penumpang ini mendarat di Makassar dari Palu untuk pengisian bahan bakar (refueling) sebelum melanjutkan rute menuju Bandara Juanda, Surabaya. Gangguan roda terkunci terjadi di ujung Runway 21 (sisi utara).

​Proses Evakuasi: Petugas bandara merespons laporan dengan membawa peralatan towing. Proses penarikan pesawat dari landasan pacu menuju apron berlangsung sekitar 30 menit.

​Kondisi Kru & Armada: Seluruh kru dipastikan selamat tanpa cedera. Secara umum pesawat tidak mengalami kerusakan serius selain masalah teknis pada bagian roda.

​Dampak Operasional: Kendati pesawat sempat menutup sebagian akses Runway 21, operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin dipastikan tetap berjalan normal tanpa delay berantai. Lalu lintas udara langsung dialihkan ke runway sekunder. ​PGS Branch Communication & CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, menegaskan bahwa penutupan jalur tidak mengganggu penerbangan lain karena fasilitas bandara memiliki sistem landasan pacu ganda.

​”Runway terdampak memang sempat terblokir, tetapi penerbangan langsung dialihkan menggunakan runway lainnya. Operasional tetap aman dan lancar,” jelas Taufan.

​Menanggapi rentetan insiden pesawat dalam tiga hari terakhir, pihak pengelola bandara memastikan bahwa seluruh fasilitas penerbangan dalam kondisi optimal. Inspeksi rutinitas dilakukan dua kali sehari dan mengonfirmasi kedua runway berstatus serviceable (layak guna). Pihak BMKG juga tidak mengeluarkan peringatan cuaca buruk, dengan kondisi angin di area bandara terpantau normal saat kejadian. (ita)