Kali Kedua Jet Tempur Sukhoi Tergelincir, Bandara Sultan Hasanuddin tak Terganggu Operasionalnya.

pesawat tempur jenis Sukhoi mengalami insiden tergelincir hingga keluar dari jalur landasan pacu di Lanud Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (24/8). Meski posisi pesawat buatan Rusia tersebut berhenti di dekat pagar pembatas pangkalan dan sempat menarik perhatian warga sekitar, aktivitas penerbangan sipil dipastikan tidak mengalami hambatan sedikit pun.

NETSULSEL | Maros, Sebuah pesawat tempur jenis Sukhoi mengalami insiden tergelincir hingga keluar dari jalur landasan pacu di Lanud Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (24/8). Meski posisi pesawat buatan Rusia tersebut berhenti di dekat pagar pembatas pangkalan dan sempat menarik perhatian warga sekitar, aktivitas penerbangan sipil dipastikan tidak mengalami hambatan sedikit pun.

​Pihak pengelola bandara bergerak cepat mengamankan situasi untuk menjamin kelancaran navigasi udara. Skema pengalihan penggunaan runway langsung diterapkan sehingga seluruh penerbangan domestik maupun internasional tetap berjalan sesuai jadwal.

Poin Penting Operasional Bandara
​Penerbangan Dipastikan Aman: Operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berlangsung normal tanpa ada penundaan (delay) atau pengalihan rute akibat insiden ini.

​Pengalihan Landasan Pacu: Kejadian tergelincirnya jet tempur terjadi di landasan pacu sisi barat (Runway 13). Untuk menjaga lalu lintas udara tetap lancar, operasional penerbangan dialihkan sepenuhnya ke landasan pacu sisi utara-selatan (Runway 03-21).

​Penanganan Cepat: Tim darurat dan otoritas terkait langsung melakukan proses evakuasi dan penanganan teknis di area Runway 13.

Branch Communication & CSR Department Head Bandara Hasanuddin, Taufan Yudhistira

​Branch Communication & CSR Department Head Bandara Hasanuddin, Taufan Yudhistira, mengonfirmasi bahwa penanganan di lapangan langsung dilakukan begitu video kejadian mulai beredar di masyarakat. “Operasional penerbangan menggunakan landasan pacu sisi utara-selatan, sehingga seluruh aktivitas di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tetap berjalan dengan lancar,” tegas Taufan.

​Hingga saat ini, area kejadian di sisi barat masih dalam penanganan ketat, sementara pihak TNI AU sedang menyiapkan keterangan resmi terkait penyebab teknis tergelincirnya pesawat tempur tersebut. Otoritas bandara mengimbau calon penumpang untuk tidak khawatir karena seluruh prosedur keselamatan dan pelayanan penerbangan tetap beroperasi secara optimal.

Insiden serupa pernah terjadi ditahun 2000 an, pesawat yang sama juga tergelincir keluar dari Run Away 13 dilokasi yang sama. Kondisi yang sama saat itu, pesawat tersebut menjadi tontonan warga yang melintas dijalan poros propinsi ini. Untuk mengevakuasinya, teknisi Lanud harus mengurai badan pesawat menjadi beberapa bagian.(baba)