Mahasiswa Unhas Raih Video Terbaik Youth in Action Usai Angkat Potensi Rammang-Rammang

Tim DEKOMPAK dari mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil meraih penghargaan Video Terbaik dalam ajang Youth in Action 2 yang diselenggarakan PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden Direktur KPP Mining, Wahyu Widaryanto, pada acara Awarding di Jakarta, Jumat (28/8). Karya audiovisual tersebut merekam proses pengabdian mahasiswa dalam mengembangkan kapasitas masyarakat dan pelaku wisata di kawasan Rammang-Rammang, Kabupaten Maros.

NETSULSEL | Maros, Tim DEKOMPAK dari mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil meraih penghargaan Video Terbaik dalam ajang Youth in Action 2 yang diselenggarakan PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden Direktur KPP Mining, Wahyu Widaryanto, pada acara Awarding di Jakarta, Jumat (28/8). Karya audiovisual tersebut merekam proses pengabdian mahasiswa dalam mengembangkan kapasitas masyarakat dan pelaku wisata di kawasan Rammang-Rammang, Kabupaten Maros.

​Program pengabdian sosial yang berlangsung selama tiga bulan ini berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan guiding, Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bersama IATTA, serta Pelatihan Content Management. Selain itu, tim juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif lewat pembuatan suvenir berbahan daun nipah, serta memfasilitasi kebutuhan fisik seperti pengadaan rompi pengemudi perahu, tempat sampah, dan petunjuk arah di area wisata.

​Ketua Tim DEKOMPAK, Nur Hikma, menjelaskan bahwa proyek sosial ini dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat lokal agar mampu mendukung sektor pariwisata secara mandiri. Langkah tersebut mencakup peningkatan keterampilan berkomunikasi, keselamatan, hingga tata kelola media digital.

​“Kami melihat Rammang-Rammang memiliki potensi wisata yang sangat besar. Karena itu, kami mencoba melihat kebutuhan di lapangan dan merancang program yang dapat mendukung masyarakat serta pelaku wisata, mulai dari kemampuan berkomunikasi dengan wisatawan, keselamatan, pengelolaan konten, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal,” jelas Hikma.

​Dosen Pembimbing sekaligus Ketua GPM PR Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, S.Sos., M.Si., menilai kegiatan ini menjadi sarana krusial bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu komunikasi secara langsung di tengah tantangan nyata masyarakat.

​“Mahasiswa tidak hanya belajar memahami teori, tetapi juga bagaimana menerapkannya ketika berhadapan dengan kebutuhan masyarakat. Mereka belajar mengidentifikasi persoalan, menyusun program, membangun komunikasi, dan bekerja bersama masyarakat,” tegas Prof. Tuti.

​Proses produksi video pemenang ini turut didampingi oleh pembuat film dokumenter alam, Cahyo Alkantana. Inisiatif Tim DEKOMPAK ini juga secara konkrit mendukung pencapaian target SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). (qas)