Menginspirasi, Mahasiswa Unismuh Makassar Sabet Prestasi Nasional PKP2 PKM-PTMA 2026

Dalam ajang Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PKP2 PKM-PTMA) 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Mahasiswa (Puspresma) PTMA, dua tim Unismuh berhasil mengukir prestasi gemilang tingkat nasional sekaligus memantapkan langkah menuju penilaian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

NETSULSEL | Makassar, Pembuktian kualitas dan kepekaan sosial kembali ditunjukkan oleh para inovator muda dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Dalam ajang Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PKP2 PKM-PTMA) 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Mahasiswa (Puspresma) PTMA, dua tim Unismuh berhasil mengukir prestasi gemilang tingkat nasional sekaligus memantapkan langkah menuju penilaian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

​Prestasi membanggakan pertama datang dari Tim PKM Karsa Cipta yang diketuai oleh Andi Syafiqah Ramadhani Nasrum. Mereka berhasil meraih Juara II berkat inovasi perangkat bergerak penjelajah batas komunikasi berjudul “Rancang Bangun Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat Dua Arah Berbasis Perangkat Bergerak dengan Pelacakan Gerakan dan Teks ke Suara”. Teknologi yang memadukan pelacakan gerak dan fitur text-to-speech ini membawa misi mulia untuk menciptakan inklusivitas serta memperluas akses komunikasi bagi penyandang disabilitas.

​Tidak kalah menginspirasi, Tim PKM Riset Eksakta yang diketuai oleh Muhammad Risman menyumbangkan Juara III lewat penelitian bernilai keberlanjutan. Melalui riset bertajuk “Inovasi Bio-Binder Berbasis Limbah Cangkang Sawit pada Mortar Prefabrikasi: Eksplorasi Durabilitas dan Konduktivitas Termal di Lingkungan Agresif Pesisir Pantai”, mereka berhasil mengolah limbah cangkang sawit menjadi material bangunan yang lebih tangguh, adaptif, dan ramah lingkungan untuk wilayah pesisir.

​Capaian cemerlang ini mendapat apresiasi hangat dari jajaran pimpinan Unismuh Makassar. Ketua Divisi Pengembangan Prestasi dan Kreativitas Mahasiswa Unismuh, Dr. Dian Pramana Putra, M.Pd., menekankan bahwa ajang ini menjadi ruang evaluasi penting sebelum bertarung di level Kemdiktisaintek.

​”Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Unismuh Makassar mampu mengubah gagasan kreatif menjadi karya dan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Lebih dari sekadar meraih juara, PKP2 ini menjadi ruang evaluasi untuk melihat kekuatan dan bagian yang masih perlu disempurnakan. Target berikutnya memastikan tim semakin siap menghadapi PKP2 Kemdiktisaintek 2026,” tegas Dian.

​Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unismuh Makassar, Dr. Nenny, S.T., M.T., IPM., yang menilai prestasi ini lahir dari ekosistem pembinaan yang konsisten.

​”PKM merupakan ruang yang sangat baik bagi mahasiswa untuk belajar mengidentifikasi persoalan, menghasilkan gagasan, melakukan riset, mengembangkan inovasi, bekerja dalam tim, serta menyampaikan hasilnya secara ilmiah. Dua capaian ini menunjukkan bahwa potensi mahasiswa dapat menghasilkan prestasi ketika didukung oleh proses pembinaan yang konsisten,” puji Nenny.

​Dari kacamata kepemimpinan universitas, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unismuh, Dr. Mawardi Pewangi, M.Pd.I., menggarisbawahi pentingnya inovasi yang memberikan solusi nyata atas persoalan masyarakat.

​”Prestasi mahasiswa tidak semata-mata kita ukur dari jumlah penghargaan yang diperoleh. Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan dan kreativitas yang mereka miliki dapat diwujudkan menjadi solusi. Jadikan penghargaan ini sebagai energi untuk melangkah ke tahapan berikutnya,” ungkap Mawardi penuh semangat.

​Menutup momentum membanggakan ini, Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU., menyampaikan kebanggaannya atas dedikasi mahasiswa dan dosen pendamping yang juga turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

​”Perguruan tinggi harus menjadi ruang tempat pengetahuan bertemu dengan persoalan nyata. Dari kampus harus lahir gagasan, riset, dan inovasi yang memberi solusi. Kami ingin mahasiswa Unismuh Makassar tidak hanya memiliki prestasi akademik yang tinggi, tetapi juga mempunyai kepekaan sosial dan kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” tutur Rakhim Nanda menutup.(ist)