
NETSULSEL | Jakarta, Pemantauan Badan Geologi pada Minggu (6/9/2026) mencatat aktivitas vulkanik simultan di sejumlah wilayah Indonesia. Gunung Anak Krakatau teramati mengalami erupsi pada waktu yang bersamaan dengan tiga gunung api aktif lainnya di berbagai daerah.
Tiga gunung api yang turut erupsi hari ini meliputi Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, serta Gunung Ibu di Maluku Utara.
Fenomena munculnya erupsi yang berdekatan ini kerap memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi erupsi berantai, seperti rumor sejarah letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Namun, para ahli geologi dan vulkanologi menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak tepat.
Secara historis, letusan katastrofik Krakatau pada 1883 bersifat mandiri yang dipicu penuh oleh aktivitas dapur magma serta sistem tektonik lokal di bawah Selat Sunda. Tidak ada catatan sejarah resmi yang menunjukkan adanya gunung api lain di Nusantara yang ikut meletus akibat pemicu yang sama saat itu.
Pihak PVMBG menjelaskan bahwa erupsi yang terjadi bersamaan pada hari ini murni merupakan kebetulan aktivitas dari masing-masing gunung api. Setiap gunung memiliki jalur tektonik serta kantong magma independen yang tidak saling terhubung.
LAPORAN SITUASI DAERAH
1. Selat Sunda (Anak Krakatau)
- Kondisi: Semburan kolom abu bertekanan sedang teramati di perairan Selat Sunda.
- Imbauan: Nelayan dan warga pesisir Banten–Lampung diminta mematuhi radius aman dan tidak mendekati area kawah.
2. Jawa Timur (Semeru)
- Kondisi: Terjadi luncuran Awan Panas Guguran (APG) dan guguran lava pijar di kawasan Lumajang.
- Imbauan: Warga di sepanjang daerah aliran sungai Besuk Kobokan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan.
3. Nusa Tenggara Timur (Ili Lewotolok)
- Kondisi: Lontaran material pijar dan abu vulkanik tebal membumbung di Kabupaten Lembata.
- Imbauan: Warga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari gangguan pernapasan.
4. Maluku Utara (Ibu)
- Kondisi: Kolom abu vulkanik tinggi teramati membumbung di atas puncak kawah Halmahera Barat.
- Imbauan: Masyarakat di lereng gunung diminta tidak beraktivitas di dalam zona bahaya yang ditetapkan.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang, tidak membagikan informasi spekulatif di media sosial yang menyebut ada 10 gunung erupsi dinusantara, serta selalu memantau pembaruan status resmi melalui kanal PVMBG dan BMKG. (ita)











