Usai Indehoy di kost-an, Lansia 76 Tahun Tewas Diduga Overdosis Obat Kuat

sketsa dengan imajinasi AI (hanya pemanis)

NETSULSEL | Tulungagung, Kematian misterius kembali mengguncang kawasan suburban Tulungagung. Seorang kakek berinisial H (76) ditemukan tewas mengenaskan tanpa busana di atas ranjang sebuah kamar kos sewaan di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (7/9/2026) siang. Korban diduga kuat meregang nyawa akibat serangan jantung pascamengonsumsi obat kuat secara berlebihan sebelum berencana berkencan.

​Siasat kencan terlarang di siang bolong itu terungkap setelah pemilik kos, A, menaruh curiga pada gerak-gerik seorang wanita muda. Menurut keterangan saksi, korban tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB, disusul wanita muda tersebut 15 menit kemudian. Namun, baru setengah jam berada di dalam kamar, wanita itu bergegas pergi sendirian meninggalkan lokasi tanpa kembali. Pemilik kos yang curiga lantas memeriksa kamar dan mendapati korban sudah terbujur kaku tak bernyawa dalam posisi telentang.

​Petualangan asmara sang lansia rupanya bukan yang pertama kali terjadi di lokasi tersebut. Dari keterangan pengelola kos, korban diketahui sudah tiga kali menyewa kamar bersama wanita muda yang sama. Namun nahas, janji kencan kali ini berujung petaka setelah tubuh senjanya tak mampu menahan reaksi kimia instan yang dikonsumsi demi mendongkrak stamina.

​Aparat Kepolisian Resor Tulungagung yang meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) langsung mengamankan sejumlah barang bukti krusial. Polisi menemukan tiga butir obat kuat di lokasi kencan, di mana satu butir di antaranya telah dikonsumsi oleh korban. Dari hasil pemeriksaan fisik awal, tidak ditemukan adanya bekas tindak penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban.

​Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, mengonfirmasi dugaan kuat penyebab kematian kakek tewas mendadak tersebut berasal dari pacuan obat peningkat stamina. “Jadi meninggalnya bukan faktor kekerasan. Ada hal lain, diduga serangan jantung karena pengaruh obat kuat,” tegas Nanang. Meski jenazah sempat dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung, pihak keluarga menolak proses autopsi dan memilih menerima peristiwa tragis ini sebagai musibah murni. (qas)