
NETSULSEL | Makassar, Pendidikan bukan sekadar tentang mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga membentengi moral para generasi penerus bangsa. Semangat inilah yang melandasi Lembaga Fasilitasi Management Pemerintahan Daerah (LFMPD) saat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para guru dan kepala sekolah se-Kota Makassar di Claro Hotel Makassar, Kamis (10/9/2026).
Di tengah fokus pembahasan mengenai persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), forum ini memberikan ruang khusus bagi penguatan karakter anti-korupsi. LFMPD secara resmi mengundang Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar, Djusman AR, untuk memberikan pandangan humanisnya mengenai pengelolaan sekolah yang bersih dan berintegritas.
Dalam sesi bertajuk “Penguatan Integritas dan Tata Kelola Satuan Pendidikan yang Transparan, Akuntabel, dan Berbasis Nilai Anti Korupsi”, Djusman tidak hanya memaparkan teori tata kelola, tetapi juga menyentuh sisi empati dan etika kepemimpinan para pendidik.
Menjaga Integritas Lewat Kesederhanaan dan Rasa Syukur
Djusman menyadari bahwa para kepala sekolah dan pendidik yang hadir sebenarnya telah memahami konsep integritas. Namun, ia menekankan pentingnya ruang untuk saling mengingatkan secara konsisten di tengah dinamika tugas sehari-hari.
Menurutnya, benteng terkuat seorang pendidik agar terhindar dari perilaku koruptif berakar pada kebiasaan hidup sederhana dan rasa syukur.
“Tentunya materi ini sudah dipahami oleh kepala sekolah atau perwakilan peserta, tetapi kami terus mengingatkan bagaimana hidup jujur, bertanggung jawab, dan sederhana,” tutur Djusman di hadapan para peserta.
Ia menambahkan bahwa rasa tidak puas dan keserakahan sering kali menjadi akar utama munculnya tindakan penyimpangan. Oleh karena itu, prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam tata kelola sekolah harus dipadukan dengan sembilan nilai dasar anti-korupsi: jujur, mandiri, bertanggung jawab, disiplin, peduli, adil, kerja keras, sederhana, dan berani.
Djusman berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai wacana di atas kertas, melainkan mewujud dalam budaya sekolah sehari-hari, sehingga guru dapat menjadi teladan nyata bagi para siswa.
Kolaborasi Lintas Sektor demi Sekolah Berkarakter
Rangkaian kegiatan Bimtek yang berlangsung selama tiga hari ini dirancang secara komprehensif. Sebelum sesi penguatan karakter oleh KMAK Sulselbar, para peserta telah mendapatkan pembekalan kesadaran hukum dari Kejaksaan Negeri Makassar dan Polda Sulawesi Selatan.
Prespektif akademis dan pencegahan penyimpangan juga diperkuat oleh Plt Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., yang membawakan materi penguatan disiplin dan karakter positif. Sementara itu, kebijakan teknis pelaksanaan TKA dipaparkan langsung oleh perwakilan Kementerian Pendidikan, Dr. H. Abdul Halim Muharram.
Pada hari kedua, fokus kegiatan beralih pada peningkatan mutu akademik. Tim Penulis dan Penelaah Soal TKA membedah karakteristik soal serta strategi pendampingan siswa, disusul oleh Dr. Thamrin Paelori, M.Pd. yang menekankan pentingnya penguatan literasi dan numerasi.
Gema “Lihat, Lawan, Laporkan”
Suasana haru dan penuh semangat menutup sesi penguatan integritas tersebut. Pendidik yang hadir bersatu menggemakan yel-yel anti-korupsi: “Lihat, Lawan, Laporkan!” yang dipandu langsung oleh Djusman AR.
Melalui kegiatan ini, LFMPD berharap dapat mendorong lahirnya satuan pendidikan di Sulawesi Selatan yang tidak hanya unggul secara akademis dan profesional, tetapi juga memiliki benteng moral yang kokoh dalam menanamkan budaya anti-korupsi sejak dini.
Rangkaian Bimtek ini dijadwalkan tutup pada hari ketiga bersamaan dengan penyerahan sertifikat peserta, yang rencananya akan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar. (ita)










