
NETSULSEL | Makassar, Dunia kampus kembali menunjukkan kontribusi nyatanya bagi masyarakat melalui inovasi tepat guna. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Fapet Unhas) resmi menggandeng Pemerintah Kabupaten Barru untuk mengentaskan kemiskinan berbasis ekonomi berkelanjutan lewat pemanfaatan unggas lokal unggulan, Ayam Alope Unhas-1.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama bersama 31 Kepala Keluarga penerima manfaat di Bappeda Kabupaten Barru, Jumat (11/9/2026). Warga menerima paket ekonomi produktif yang menggabungkan bibit Ayam Alope Unhas-1, itik dara siap bertelur, serta tanaman pangan untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga.
Tim peneliti Fapet Unhas, Muh. Rachman Hakim, S.Pt., M.P., menjelaskan bahwa Ayam Alope Unhas-1 dirancang khusus agar tangguh dan mudah dibudidayakan oleh masyarakat pedesaan. Inovasi ini hadir bukan sekadar bantuan modal, melainkan modal kemandirian bagi keluarga prasejahtera.
“Ayam Alope Unhas-1 dikembangkan agar mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan memiliki daya tahan yang baik. Kami tidak hanya memberi bibit, tetapi membangun kemampuan warga agar ke depan Barru memiliki unit breeding sendiri sehingga ekosistem peternakan mandiri dapat terbentuk,” ujar Hakim.
Pendekatan sains yang diterapkan Fapet Unhas ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah. Program tersebut dinilai sejalan dengan komitmen global dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam mengentaskan kemiskinan dan kelaparan melalui pemberdayaan berbasis produksi.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rektor dan Dekan Fapet Unhas. Program ini memberikan penguatan ekonomi yang nyata bagi keluarga penerima manfaat sekaligus mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan Tanpa Kemiskinan,” ungkap Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si.
Aksi nyata dari ruang akademis ini berlanjut dengan peninjauan langsung kesiapan warga serta pendampingan teknis manajemen pakan dan kesehatan ternak. Langkah Fapet Unhas membuktikan bahwa riset kampus mampu menjadi lentera inspirasi dan solusi konkret dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat bawah.(ika)















