Riuk Nobar PSM Makassar, Sinyal Kuat Aksa Mahmud Restui H Badris Salam Pimpin REI Sulsel. Terbuka Aksa Perkenalkan Badris Ke Walikota

suasana noba laga PSM vs Persita Tangerang sabtu (19/9) malam. Sebelah kiri jaket hitam, Munafri Arifuddin, Asa Mahmud (tengah jaket abu-abu), H Badris Salam (kanan kaos merah).

NETSULSEL | Makassar, Sepak bola di Makassar tak pernah sekadar urusan si kulit bundar. Di atas layar kaca yang menayangkan riuk persaingan PSM Makassar melawan Persita Tangerang, Sabtu malam (19/9), terpancar kehangatan yang merajut simpul-simpul masa depan. Di sudut Hotel Aryaduta, riuh sorak pendukung Laskar Ayam Jantan dari Timur menjadi latar alami sebuah momen penuh makna.

​Malam itu, pendiri Bosowa Group, H.M. Aksa Mahmud, duduk berdampingan dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Ketua DPD REI Sulsel, H. Badris Salam. Di tengah ketegangan laga yang berakhir imbang 3-3, sebuah gestur sederhana dari sang pengusaha senior menyedot perhatian. Dengan senyum hangat dan nada mantap, Aksa membalut suasana santai itu lewat sebuah pengenalan yang sarat bobot dukungan.

​”Pak Wali, ini Haji Badris, calon ketua REI Sulsel,” tutur Aksa Mahmud memperkenalkan HBS kepada Munafri Arifuddin, Walikota Makassar.

​Ungkapan singkat itu menggema halus namun bernas. Bagi mereka yang memahami gestur kepemimpinan di Tanah Daeng, kalimat tersebut bukan sekadar basa-basi di sela laga, melainkan bentuk pengakuan, restu moral, sekaligus penegasan atas kapasitas seorang Badris Salam. Aksa Mahmud, sosok gaek yang menjiwai seluk-beluk dunia usaha nasional, seolah menyematkan kepercayaan besar di pundak Badris untuk merawat sekaligus membesarkan rumah besar industri properti Sulawesi Selatan.

​Menariknya, kebersamaan ini bukanlah kebetulan biasa. Ini adalah kali kedua Aksa Mahmud memboyong Badris Salam dalam hangatnya atmosfer nonton bareng, setelah pekan sebelumnya di laga PSM kontra Arema. Kehadiran Badris yang mengenakan jersey kebanggaan PSM Makassar kian mempertegas kesederhanaan dan kedekatannya dengan denyut nadi masyarakat lokal.

​Langkah Badris Salam menuju kontestasi REI Sulsel kini tak lagi berjalan sendiri. Di balik seragam merah PSM yang dikenakannya malam itu, ada keteguhan niat yang terus dipupuk. Dukungan dan sinyal kuat dari senior sekelas Aksa Mahmud menjadi bahtera yang menguatkan ayunan langkahnya—membawa harapan agar REI Sulsel ke depan dapat tumbuh lebih kokoh, inklusif, dan senantiasa menyejahterakan masyarakat.(ita)