Merajut Senyum di Masa Purna: Cerita Hangat Reuni Purnabakti PNUP Menyalakan Kembali Semangat Kebersamaan

Bagi kebanyakan orang, akhir sebuah masa pengabdian berarti beristirahat total. Namun, bagi para purnabakti Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), pensiun justru menjadi babak baru untuk merajut kembali kisah persaudaraan yang sempat terajut dalam ruang-ruang kelas dan kantor.

NETSULSEL | Makassar, Suara tawa renyah dan pelukan hangat sesekali berbalas di sudut Cafe & Resto Dua Hati Berkata Jujur, Kampus 2 PNUP Moncongloe, Minggu (11/10). Bagi kebanyakan orang, akhir sebuah masa pengabdian berarti beristirahat total. Namun, bagi para purnabakti Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), pensiun justru menjadi babak baru untuk merajut kembali kisah persaudaraan yang sempat terajut dalam ruang-ruang kelas dan kantor.

​Hari itu, puluhan mantan dosen dan tenaga kependidikan berkumpul dalam balutan acara Temu Silaturahmi dan Reuni Ikatan Komunikasi Purnabakti (IKP) PNUP. Puluhan tahun bersama mendedikasikan diri membangun institusi pendidikan vokasi tersebut meninggalkan memori mendalam. Kini, waktu memang telah mengubah status mereka, tetapi tidak dengan kehangatan di dada.

​”Kebersamaan ini adalah energi. Meski sudah purna, semangat kami untuk PNUP tetap menyala. Silaturahmi harus terus dijaga,” ucap Koordinator Kegiatan sekaligus Sekretaris IKP PNUP, Nasli, S.Sos, dengan mata berbinar di tengah riuhnya suasana temu kangen.

​Bagi Nasli dan rekan-rekan seperjuangan, pertemuan ini bukan sekadar ajang melepas rindu. Lebih dari itu, IKP PNUP dirancang sebagai rumah bersama yang berkelanjutan. Berbagai program positif telah disiapkan, mulai dari iuran gotong royong anggota, hingga ragam aksi sosial yang sarat makna.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum IKP PNUP, Dr. Alimin, M.Pd, memandang pentingnya eksistensi wadah ini. Dengan jumlah anggota yang kini mencapai sekitar 40 orang—seiring bertambahnya purnabakti setiap tahunnya—mereka berkomitmen untuk terus menebar inspirasi.

​”Kami bertekad terus memberikan kontribusi nyata, berbagi pengalaman, dan teladan kepada 700 lebih ASN PNUP yang masih aktif,” ungkap Dosen Teknik Elektro tersebut penuh optimisme.

​Kehangatan sore itu semakin terasa intim saat para senior dunia pendidikan ini saling bertukar cerita tentang hobi baru mereka di masa tua, mengenang kelucuan mahasiswa di masa lalu, hingga saling mendoakan kesehatan satu sama lain. Ditutup dengan sesi foto bersama, ramah tamah, serta penyerahan bingkisan kasih, acara ini menyisakan pesan mendalam: ikatan sejati tidak akan pernah pudar hanya karena batasan usia atau status kedinasan.

​Seperti yang disampaikan oleh Bendahara IKP PNUP, Ir. Hastami Murdiningsih, M.T, ikatan kekeluargaan ini diharapkan semakin solid dan mampu menjadi mercusuar inspirasi bagi generasi penerus di kampus tercinta. Dari purna tugas menuju purna karya, semangat mereka membuktikan bahwa pengabdian sesungguhnya tidak pernah mengenal kata pensiun. (istimewa)