Kabut Asap Karhutla di Makassar Mulai Menipis, AQI Membaik ke Kategori Sedang

suasana jalan Arief Rate yang nampak cerah, langit sudah nemapk biru bersih. Suasana ini berbea kemarin yang pekat karena sisa asap.

NETSULSEL | Makassar, Kondisi udara di Kota Makassar menunjukkan perbaikan signifikan pada Jumat pagi ini (16/10). Terpantau Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat menyelimuti wilayah ini dilaporkan mulai menipis, tak ada lagi drama udara terlihat pekat karena asap dari kejauhan, langit biru juga sudah nampak terlihat biru mendekati bersih. Hal ini seiring dengan perubahan arah angin dan efektivitas penanganan di lapangan. Pagi ini tak ada lagi drama udara terlihat pekat dari kejauhan, langit biru juga sudah terlihat biru mendekati bersih

​Berdasarkan data kualitas udara per 15 hingga 16 Oktober 2026, Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) di Makassar kini berada di angka 65 dengan kategori Sedang. Angka ini membaik drastis dibanding hari-hari sebelumnya, di mana kualitas udara sempat memburuk hingga menyentuh kategori Sangat Tidak Sehat akibat konsentrasi polutan halus PM2.5 yang sempat menembus angka 150 mikrogram per meter kubik (\mu g/m^3).

​Prakirawan Cuaca dari Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar, menjelaskan bahwa perbaikan ini dipicu oleh dinamika atmosfer serta pergerakan angin yang membantu mendispersikan polutan.

​”Kondisi angin saat ini berangsur-angsur membawa polutan sisa karhutla menjauh dari wilayah perkotaan Makassar. Meski demikian, dinamika cuaca masih sangat dinamis dan pergerakan arah angin lokal dapat mempengaruhi ketebalan asap secara fluktuatif, khususnya pada jam-jam tertentu,” ujar Rezky Yudha.

​Meskipun kualitas udara secara umum sudah berangsur pulih, pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Berdasarkan pantauan, fluktuasi ketebalan sisa kabut asap sering kali meningkat kembali pada waktu-waktu tertentu, terutama saat awal pagi dan menjelang malam hari.

​Menanggapi situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyatakan masih tetap menyiagakan posko siaga dan distribusi bantuan kesehatan pencegahan bagi warga.

​”Kami tetap mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, untuk berhati-hati. BPBD Kota Makassar masih menyiagakan pembagian masker gratis dan memantau perkembangan udara secara berkala guna mengantisipasi potensi perubahan kondisi udara yang mendadak,” ungkap Fadli Tahar, Kepala Pelaksana BPBD Makassar.

​Warga Makassar diimbau untuk terus memantau informasi resmi terkait kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan dan kembali mengenakan masker jika kabut asap tipis terpantau kembali menebal di lingkungan sekitar. (sul)