Universitas Hasanuddin Raih Penghargaan Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat dari Kemenko PM

Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan dinobatkan sebagai Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menko PM Muhaimin Iskandar

NETSULSEL | Makassar,  Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan dinobatkan sebagai Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menko PM Muhaimin Iskandar dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Perguruan Tinggi di Salatiga, Jawa Tengah.

​Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM Unhas, Prof. Ir. Muhammad Arsyad, SP., M.Si., Ph.D., mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud nyata komitmen sivitas akademika dalam mengoptimalkan pilar pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, Unhas terus berupaya menghadirkan solusi konkret melalui berbagai program strategis, termasuk dukungan dana pendidikan bagi kader potensial desa.

​“Salah satu kontribusi Unhas diwujudkan melalui pemberian bantuan biaya pendidikan yang bersumber dari dana abadi. Dukungan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang juga merupakan kader potensial pemberdayaan desa,” ujar Prof. Arsyad dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

​Melalui program Desa Binaan yang terus diperkuat, Unhas berkomitmen untuk mendukung percepatan pembangunan perdesaan serta pengentasan kemiskinan ekstrem sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Pendekatan ini dirancang agar perguruan tinggi mampu menerjemahkan kebijakan nasional menjadi aksi nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga di berbagai sektor.

​Prof. Arsyad menambahkan, kolaborasi lintas bidang di lingkungan kampus ini diarahkan untuk memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Perguruan tinggi dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap riset dan inovasi teknologi tepat guna dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat desa.

​“Kita berharap Unhas semakin melebarkan sayapnya untuk memiliki high impact on local community, terutama dalam penanganan persoalan pembangunan perdesaan. Artinya, universitas wajib bermanfaat bagi masyarakat lokal,” tegasnya.

​Selain menerima penghargaan, keikutsertaan Unhas dalam Rakornas ini juga ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Komitmen Perguruan Tinggi dalam Program Beasiswa bagi Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa. Langkah strategis ini sekaligus mempertegas kontribusi nyata Unhas dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan mutu pendidikan. (baba)