
NETSULSEL | Bulukumba, Deburan ombak Pantai Merpati berpadu dengan semarak warna-warni budaya lokal malam itu. Kabupaten Bulukumba kembali berdenyut dalam ritme kebanggaan maritimnya lewat pembukaan resmi Festival Pinisi ke-16 Tahun 2026, Kamis (15/10) malam.
Agenda pariwisata bertaraf nasional yang dijadwalkan berlangsung hingga 17 Oktober 2026 ini bukan sekadar pameran seremonial tahunan. Di balik megahnya layar perahu phinisi yang menjadi simbol ketangguhan leluhur, festival ini membawa misi besar: membangkitkan perekonomian kerakyatan sekaligus merawat warisan dunia yang telah diakui UNESCO.
Komitmen Kuat Pemkab Bulukumba: Evaluasi untuk Dampak Maksimal
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menegaskan bahwa penyelenggaraan festival ini terus mengalami penyempurnaan dari tahun ke tahun. Ia berkomitmen untuk menghadirkan perhelatan yang tidak hanya memanjakan mata wisatawan, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

”Tentu kegiatan seperti ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. Saya terus mengevaluasi berbagai sisi kelemahan dalam menggelar berbagai kegiatan untuk semakin disempurnakan pada kegiatan-kegiatan berikutnya,” ujar Andi Muchtar Ali Yusuf dalam sambutannya.
Bupati yang akrab disapa Andi Utta ini menambahkan, Festival Pinisi adalah momentum strategis untuk memperkuat identitas daerah. Melalui ajang ini, Bulukumba menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Selatan yang siap mendunia.
”Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, kita ingin memastikan bahwa manfaat pariwisata dirasakan langsung oleh masyarakat, kesejahteraan pelaku budaya semakin meningkat, dan nama Bulukumba semakin dikenal jauh lebih luas,” tegasnya.
Menembus Panggung Nasional: Masuk Jajaran 125 KEN Kemenparekraf
Prestasi membanggakan turut menyertai pelaksanaan perhelatan tahun ini. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Kadisparpora) Bulukumba, Hj. Hamrina Andi Muri, mengungkapkan bahwa konsistensi daerah dalam merawat tradisi telah berbuah manis.
”Festival Pinisi ke-16 Tahun 2026 merupakan salah satu event tahunan Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang telah dikurasi di tingkat nasional dan lolos dalam 125 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,” papar Hj. Hamrina dengan penuh bangga.
Mengusung tema “Pengembangan Budaya untuk Peningkatan Ekonomi Pariwisata”, festival ini dirancang sebagai wadah kolaborasi budaya sekaligus ruang tumbuh bagi para pelaku industri kreatif lokal.
Target Fantastis: Perputaran Ekonomi Rp50 Miliar dan Pemberdayaan UMKM
Tak tanggung-tanggung, perhelatan tiga hari ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi yang masif bagi Bumi Panrita Lopi. Pemerintah daerah menargetkan perputaran uang yang signifikan dari membludaknya kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
”Festival Pinisi ke-16 ini diharapkan memberikan multiplier effect terhadap perekonomian kita, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan UMKM lokal dengan nilai ekonomi diperkirakan sebesar 50 miliar rupiah,” ungkap para pelaku UMKM yang beraprtisipasi meramaikan festival ini.
Selama tiga hari ke depan, berbagai rangkaian acara menarik, mulai dari atraksi seni budaya tradisional hingga pameran produk UMKM unggulan, siap memanjakan ribuan pasang mata yang memadati kawasan Pantai Merpati. Festival Pinisi 2026 membuktikan bahwa warisan masa lalu mampu menjadi bahan bakar kemajuan ekonomi di masa kini.(hilman)










