
NETSULSEL | Makassar, Di balik angka-angka statistik, selalu ada cerita tentang kerja keras, kepedulian, dan ketulusan untuk melindungi sesama. Semangat inilah yang dibuktikan oleh Kabupaten Bulukumba dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan.
Bukan sekadar ikut serta dalam pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk target pencegahan kusta bagi 10.000 orang di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Bulukumba justru tampil luar biasa dengan melampaui target yang diberikan. Dari target awal 1.000 orang, Bulukumba sukses memberikan obat kemoprofilaksis (pencegahan kusta) kepada 1.213 orang yang merupakan kontak erat dari 50 kasus indeks kusta.
Kerja Nyata di 10 Kecamatan Demi Lindungi Sesama
Keberhasilan gemilang ini tentu lahir dari dedikasi tanpa kenal lelah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dr. Amrullah, mengungkapkan bahwa capaian ini adalah buah dari kerja bersama jajaran kesehatan yang turun tangan langsung menjangkau masyarakat demi meningkatkan perlindungan terhadap risiko penularan kusta.
Gerakan kemanusiaan ini dilaksanakan secara serentak di 10 kecamatan se-Kabupaten Bulukumba selama 15 hari, dimulai sejak 12 Oktober 2026. Puncak dari ikhtiar bersama ini dicanangkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada 27 Oktober 2026. Langkah preventif ini dilakukan secara cermat kepada kontak erat pasien kusta untuk menurunkan risiko penularan sekaligus memutus rantai penyebaran kasus baru.
Kusta Bisa Disembuhkan, Stigma Harus Dihentikan
Lebih dari sekadar angka pencapaian medis, kisah inspiratif dari Bulukumba ini membawa pesan moral yang kuat bagi kita semua: kusta adalah penyakit infeksi yang dapat disembuhkan. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat adalah kunci utama untuk mencegah kecacatan dan merawat masa depan penderita.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian, mengenali gejala awal seperti bercak pada kulit yang mati rasa, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Yang tak kalah penting, pencapaian ini mengingatkan kita untuk meruntuhkan tembok diskriminasi. Mari bersama-sama menghentikan stigma terhadap orang yang sedang atau pernah mengalami kusta, serta memberikan dukungan penuh bagi mereka.
Dengan semangat Bulukumba Bergerak, langkah nyata ini tidak hanya membawa masyarakat Bulukumba menuju derajat kesehatan yang lebih baik, tetapi juga menjadi fondasi kokoh untuk mengantarkan Sulawesi Selatan bebas kusta dan bebas stigma. (inka)
















