NETSULSEL | Makassar, Di balik ketegasan dan rekam jejak mentereng di kepolisian, Komjend Suyudi Ario Seto yang baru saja terpilih sebagai Kapolri menyimpan sisi kehidupan masa muda yang unik dan menarik. Siapa sangka, perwira tinggi yang dikenal disiplin ini merupakan mantan cover boy majalah remaja ternama pada dekade 1980-an.
Jejak visual masa muda Komjend Suyudi Ario seto yang pernah menghiasi sampul majalah populer zaman itu memperlihatkan persona yang jauh berbeda dengan citra kepolisian yang kaku. Pada era 80-an masa di mana budaya pop remaja Indonesia tumbuh mekar dengan gaya rambut bervolume, celana jeans berpotongan khas, serta musik pop analog—Sayuti muda sudah menjadi bagian dari ikon tren anak muda pada zamannya.
Gaya Bergaul yang Supel dan Karismatik
Semasa remaja, Suyudi dikenal sebagai sosok yang hangat dan memiliki lingkaran pergaulan yang luas. Gaya bergaulnya yang luwes membuatnya mudah diterima di berbagai kalangan, mulai dari teman sebaya di sekolah hingga sesama model remaja kala itu. Karisma alaminya tak hanya terpancar dari penampilan luar, tetapi juga dari kemampuannya merajut pertemanan tanpa membeda-bedakan.
Lingkungan pergaulan era 80-an yang sarat dengan semangat kebersamaan, nongkrong santai, dan pertukaran gagasan kreatif turut membentuk karakter Suyudi. Kemampuan komunikasi yang supel serta kepekaannya terhadap dinamika sosial di masa remajanya kelak menjadi fondasi penting dalam gaya kepemimpinannya yang humanis dan dekat dengan masyarakat.
Dari Panggung Trend Menuju Pengabdian Negara
Dunia modelling dan hinggar-binggar panggung hiburan remaja ternyata tak melenyapkan cita-cita luhurnya untuk berbakti kepada negara. Langkahnya beralih dari sorot kamera majalah menuju Akademi Kepolisian (Akpol) menjadi bukti komitmen dan tekad kuat yang dimilikinya.

Pengalaman masa muda yang berwarna memberi nilai tambah tersendiri bagi Komjend Suyudi. Pendekatannya yang fleksibel, adaptif, serta pemahamannya yang mendalam terhadap budaya populer dan generasi muda diprediksi akan membawa warna baru dalam kepemimpinan Polri ke depan.
Kini, sosok yang dulu pernah menginspirasi gaya busana dan tren anak muda 80-an tersebut mengemban amanah besar untuk memimpin institusi Kepolisian Republik Indonesia menuju era yang lebih modern, inklusif, dan mengayomi.





