Keracunan Massal MBG Tergokil, Niat Bawa Pulang Buat Keluarga, Satu Kampung hingga Pegawai SPPG Ikut Tumbang!

(foto ilustrasi) korban keracunan MBG

NETSULSEL | Cirebon, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cirebon mendadak mencetak rekor paling spektakuler sekaligus mencekam hari ini. Bukan karena prestasi atau inovasi menu bintang lima, melainkan karena insiden keracunan massal paling “tergokil” dan masif sepanjang sejarah berjalannya program nasional tersebut. Tak hanya ratusan siswa sekolah dasar yang terkapar di ruang IGD, gelombang keracunan ini mendadak bermutasi menjadi bencana keluarga nasional setelah makanan MBG dibungkus dan dibawa pulang ke rumah.

​Skala musibah ini kian di luar nalar lantaran efek domino rantai makanan maut tersebut turut menyerang para pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Berdasarkan data darurat di lapangan per hari ini, puluhan puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Cirebon diserbu oleh pasien lintas generasi, mulai dari balita, bocah SD, kakek-nenek, ibu rumah tangga, hingga juru masak dapur SPPG itu sendiri yang turut mencicipi atau membawa sisa jatah harian ke kediaman masing-masing.

​”Ini benar-benar rekor terparah sepanjang sejarah MBG. Biasanya keracunan cuma di sekolah, tapi hari ini satu rumah kena semua gara-gara jatah makan siang dibungkus bawa pulang buat adiknya di rumah. Puncaknya, pegawai SPPG yang masak juga ikut tumbang dirawat di sebelah ranjang pasiennya. Sempurna sudah tragedi kuliner hari ini,” ujar Rudi Hartono (42), salah satu keluarga korban yang ikut dilarikan ke rumah sakit di Cirebon, Rabu (21/10/2026).

​Gejala yang dirasakan para korban tergolong seragam dan datang secara kilat, yakni mual hebat, muntah-muntah, pusing, hingga kram perut akut sesaat setelah menyantap menu kotak MBG. Suasana di sejumlah fasilitas kesehatan tampak riuh dengan kepanikan warga yang berdatangan menggunakan ambulans, kendaraan pribadi, hingga becak akibat kapasitas darurat yang nyaris lumpuh total menampung gelombang pasien.

​Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon bersama aparat kepolisian langsung bergerak cepat turun tangan menyegel sisa sampel makanan dari dapur-dapur SPPG terkait untuk segera diuji di laboratorium forensik. Dugaan sementara mengarah pada kelalaian kontrol suhu penyimpanan bahan pangan di tengah cuaca ekstrem yang membuat lauk pauk basi sebelum sempat mendarat di lambung para penerima manfaat.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak manajement SPPG dan koordinator wilayah program MBG di Cirebon masih bersembunyi di balik dinding rapat darurat untuk merumuskan klarifikasi. Sementara itu, warga Cirebon kini sepakat menjadikan menu MBG hari ini sebagai menu paling legendaris yang sukses melumpuhkan satu kabupaten secara berjamaah. (ita)