Tragedi Makan Bergizi Gratis di SMKN 6 Semarang, 707 Siswa dan Guru Keracunan Massal, Distribusi Katering Dihentikan Total

sketsa dengan imajinasi AI (hanya pemanis)

​NETSULSEL | Makassar, Suasana belajar di SMKN 6 Semarang berubah menjadi ketegangan mencekam setelah ratusan warga sekolah mendadak tumbang akibat dugaan keracunan kit Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tragis yang melumpuhkan aktivitas sekolah ini menyerang secara massal, tidak hanya menyasar ratusan murid di kelas, tetapi juga belasan tenaga pendidik yang mengonsumsi sajian serupa dari pihak penyedia katering.

​Dampak dari insiden ini terbilang sangat masif. Berdasarkan pendataan resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, total korban terdampak mencapai 707 orang, yang terdiri dari 693 siswa dan 14 orang guru/tenaga kependidikan. Gejala keracunan muncul secara beruntun dan bervariasi, mulai dari mual, pusing parah, kelelahan hebat, muntah-muntah, hingga diare akut. Banyaknya siswa yang bertumbangan membuat pihak sekolah bergegas menyulap area kampus menjadi ruang penanganan darurat.

​Langkah evakuasi dan medis bergerak cepat begitu tanda-tanda keracunan merebak. Dari total korban, sebanyak 698 orang mendapatkan penanganan darurat dan observasi medis langsung di lokasi sekolah oleh tim gabungan. Sementara itu, 9 orang korban dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih intensif harus dilarikan menggunakan ambulans ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu.

​Guna mengusut tuntas pemicu keracunan massal ini, Dinkes Kota Semarang telah menerjunkan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. Petugas menyita sampel makanan dari program MBG serta mengumpulkan spesimen medis dari para korban untuk diuji secara medis di laboratorium. Kendati dugaan kuat mengarah pada hidangan katering yang didistribusikan oleh pihak pengelola (SPPG Kota Semarang Timur/Karangturi dan Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri), otoritas kesehatan mengimbau publik untuk tidak berspekulasi sebelum hasil laboratorium resmi keluar.

​Sebagai respons tegas dan langkah kehati-hatian atas insiden mengerikan ini, pemerintah daerah mengambil tindakan dengan menghentikan sementara seluruh distribusi makanan dari penyedia katering terkait. Penyetopan ini berlaku hingga seluruh rangkaian pemeriksaan laboratorium dan investigasi epidemiologi selesai secara menyeluruh, demi memastikan keselamatan serta mencegah jatuhnya korban tambahan.