NETSULSEL | Jakarta, Tujuh personel kepolisian yang langsung disanksi mutasi secara kilat setelah diduga keras melakukan aksi pemerasan terhadap tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra yang sebelumnya diringkus dalam pusaran kasus narkoba. Peristiwa menggemparkan ini langsung memicu gelombang reaksi keras dari petinggi partai lambang Garuda tersebut.
Semuanya bermula ketika tiga legislator daerah dari Fraksi Partai Gerindra terjaring dalam operasi penggerebekan barang haram narkotika. Namun, di tengah proses hukum yang berjalan, situasi berubah menjadi skandal setelah muncul laporan adanya praktik kotor: tujuh oknum aparat diduga memanfaatkan momentum tersebut untuk memeras para kader demi memuluskan perkara.
Tak tinggal diam, politisi senior sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, langsung angkat bicara dengan nada tegas membongkar sikap partainya. Ia menegaskan bahwa Gerindra tidak akan pernah memberikan toleransi kepada kader yang terbukti melanggar hukum, namun di sisi lain, oknum aparat yang berani bermain-main melakukan pemerasan wajib diseret tanpa ampun!
Dalam pernyataan resminya yang menyita perhatian publik, Habiburokhman menegaskan:
”Kami menyambut baik dan mengapresiasi langkah cepat Kapolri beserta jajaran yang langsung menindak tegas dengan memutasi tujuh anggota polisi tersebut. Prinsip kami sangat jelas: jika ada kader kami yang terbukti melanggar hukum, silakan diproses secara transparan dan adil sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, oknum aparat yang melakukan penyalahgunaan wewenang dan pemerasan juga wajib diseret ke ranah hukum tanpa tebang pilih demi menjaga marwah dan integritas penegak hukum.” kuncinya
Kini, seluruh proses pemeriksaan etik maupun hukum dari skandal panas ini diserahkan sepenuhnya kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Pihak partai mendesak agar penyelidikan dilakukan secara terbuka dan objektif. Kasus ini pun dinilai menjadi momentum bersih-bersih paling krusial untuk membersihkan internal kepolisian dari cengkeraman oknum-oknum nakal yang mencederai keadilan.
Sementara ketiga anggota DPRD Jatim tersebut, telah dipecat dari partainya. (ita)





