NETSULSEL | Makassar, Krisis iklim global kini berada di titik yang kian mengerikan. Spanyol baru saja mencatatkan sejarah kelam setelah dihantam gelombang panas ekstrem sepanjang Juni. Hanya dalam waktu satu bulan, lebih dari 1.000 nyawa melayang akibat sengatan suhu tinggi yang membakar negara tersebut.
Angka mengerikan ini resmi memecahkan rekor jumlah kematian akibat gelombang panas tertinggi sejak pencatatan perdana dimulai pada tahun 2015 silam.
Berdasarkan data resmi dari Sistem Pemantauan Kematian Harian Kementerian Kesehatan Spanyol yang dirilis Rabu, tercatat ada 1.028 kematian terkait suhu tinggi selama Juni. Angka ini berhasil melampaui rekor mengerikan sebelumnya pada Juni 2017 yang merenggut 1.000 nyawa.
Lansia Jadi Korban Massal, Anak-anak Mulai Bertumbangan
Suhu ekstrem ini terbukti menjadi pembunuh senyap bagi kelompok rentan, khususnya warga lanjut usia (lansia). Dari total korban jiwa yang mengerikan tersebut, 1.022 kematian terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas.
Berikut adalah rincian demografi korban yang sangat memprihatinkan:
Usia 85 Tahun ke Atas: 720 orang tewas.
Usia 65 – 84 Tahun: 302 orang tewas.
Anak-anak (di bawah 15 tahun): 1 kematian tragis terkonfirmasi.
Cat.Redaksi: Angka-angka ini diperoleh berdasarkan estimasi excess mortality (kelebihan kematian), yang membandingkan jumlah kematian aktual di lapangan dengan prediksi kematian normal selama periode suhu ekstrem melanda.
Wilayah Dingin Kini Berubah Jadi Neraka Jahanam
Lonjakan kematian paling mengerikan justru terjadi di wilayah utara dan pesisir Mediterania Spanyol. Wilayah-wilayah ini biasanya memiliki iklim yang lebih sejuk, sehingga penduduknya sama sekali tidak terbiasa dan tidak siap menghadapi suhu panas ekstrem yang berkepanjangan.
Catalonia: Mencatat angka kematian tertinggi dengan 218 korban jiwa.
Basque Country: Menyusul di posisi kedua dengan 147 korban jiwa.
Petaka ini dilaporkan mulai memuncak sekitar tanggal 21 Juni, ketika gelombang panas yang memecahkan rekor mulai mengurung Spanyol dan terus bertahan dengan suhu tinggi yang mematikan hingga akhir bulan.
Abad ke-21 yang Membakar: Bumi Semakin Tak Layak Huni?
Badan Meteorologi Spanyol (AEMET) mengonfirmasi bahwa Juni tahun ini adalah bulan Juni terpanas kedua sepanjang sejarah sejak tahun 1961. Suhu rata-rata melonjak drastis hingga 3,2 derajat Celsius di atas rata-rata normal periode 1991-2020.
Satu-satunya bulan Juni yang lebih panas dari tahun ini adalah Juni 2025 lalu. Fakta yang lebih mengerikan adalah: 13 bulan Juni terpanas sejak 1961 seluruhnya terjadi di abad ke-21. Ini adalah bukti nyata dan tak terbantahkan bahwa pemanasan global tengah menjerat bumi ke arah kehancuran jangka panjang.
Meskipun Juni ini mencetak rekor terburuk untuk bulannya, sejarah mencatat Spanyol pernah mengalami horor yang lebih besar, seperti 2.217 kematian pada Juli 2022 dan 2.184 kematian pada Agustus tahun lalu.
Waspada! Ancaman Gelombang Panas Baru Siap Menerkam
Masyarakat Spanyol diminta untuk tidak bernapas lega terlebih dahulu. Jeda suhu dingin yang sempat dirasakan pekan lalu dipastikan hanya berlangsung singkat.
Badan Metereologi setempat mengeluarkan peringatan darurat bahwa massa udara yang sangat panas diprediksi akan kembali bergerak dan mengepung Spanyol dalam beberapa hari ke depan. Gelombang panas baru yang mematikan diyakini akan dimulai akhir pekan ini, membawa kembali ancaman suhu siang dan malam yang sangat tinggi dan berbahaya bagi keselamatan jiwa.





