NETSULSEL | Makassar, Bencana tak pernah memberi tahu kapan akan bertandang, tetapi kepedulian selalu tahu ke mana harus melangkah. Merespons gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (14/8/2026), Universitas Hasanuddin (Unhas) bergerak cepat mengaktifkan KKN Tematik Tanggap Bencana. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa dinding kampus tak membatasi empati akademisi untuk hadir di tengah jerit ketakutan warga.
Sub Direktorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas berkolaborasi dengan Pusat Studi Kebencanaan untuk menerjunkan mahasiswa yang memiliki keterampilan khusus, mulai dari tim kesehatan, SAR, Korpala, hingga evakuasi darurat. Meski awalnya hanya menargetkan kuota 7 orang karena keterbatasan waktu, antusiasme kemanusiaan mahasiswa justru meluap. Hingga Minggu (16/8/2026), sebanyak 47 pendaftar mencatatkan diri untuk menjadi sukarelawan di garda depan.
”Komitmen kampus berdampak yang selama ini kami suarakan bukan sekadar slogan. Kampus memiliki tanggung jawab sosial yang lebih luas; perguruan tinggi perlu hadir sebagai bagian dari solusi ketika terjadi persoalan kemanusiaan,” tegas Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.
Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas, Dr. Ir. Sulaeha, SP., M.Si., menekankan bahwa misi ini adalah wujud solidaritas murni.
”Kehadiran mahasiswa di daerah terdampak bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga bentuk solidaritas kemanusiaan untuk membantu masyarakat bangkit dari situasi bencana,” ungkap Dr. Sulaeha.
Sebelum diterjunkan ke titik terdampak pada Rabu (19/8/2026), para mahasiswa dibekali prosedur keselamatan serta mitigasi lapangan. Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas, Dr. Ir. Ilham Alimuddin, M.Sc., menambahkan bahwa Unhas menyatukan kekuatan bersama BNPB setempat, Universitas Cendana, dan DMC IKATEK.
”Dengan pola kolaborasi ini, kontribusi mahasiswa ditempatkan sebagai bagian dari jejaring penanganan bencana yang terstruktur, bukan bergerak sendiri-sendiri,” jelas Dr. Ilham.
Pelepasan tim kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung khidmat pada Senin (17/8/2026), bertepatan dengan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi simbol sejati arti kemerdekaan dan jiwa gotong royong bangsa.(qas)










